PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo

Berita Terbaru

Sidoarjo Serius Geber Puslatkab 2027: Bonus Naik, Kuliah Aman, Kerja pun Dijamin

Sidoarjo Serius Geber Puslatkab 2027: Bonus Naik, Kuliah Aman, Kerja pun Dijamin

SIDOARJO, (PojokTv.com)– Pemerintah Kabupaten Sidoarjo membuktikan komitmen serius dalam memajukan dunia olahraga. Alih-alih hanya berorientasi pada target posisi runner-up dan perolehan 1.000 poin pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027, Sidoarjo menggebrak lewat program Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) yang secara khusus memikirkan jaminan kesejahteraan jangka panjang para atletnya.​Puslatkab yang resmi dibuka oleh Bupati Sidoarjo Subandi di Monumen Jayandaru, Alun-Alun Sidoarjo, Jumat (30/10), membawa angin segar bagi para insan olahraga. Pasalnya, pemerintah daerah tidak hanya menuntut prestasi di arena pertandingan, tetapi juga menyiapkan jaminan masa depan mulai dari akses pendidikan tinggi, perlindungan kesehatan menyeluruh, hingga kepastian karier kerja.​Subandi menegaskan, perjuangan seorang atlet di arena harus diimbangi dengan perlindungan yang layak di luar lapangan. Karena itu, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan skema kolaborasi strategis dengan berbagai perguruan tinggi untuk menyediakan jalur beasiswa bagi atlet berprestasi.​Selain pendidikan, aspek keamanan fisik dan kesehatan juga menjadi prioritas utama. Seluruh atlet dipastikan mendapat perlindungan BPJS serta pendampingan medis intensif melalui rumah sakit mitra guna mengantisipasi risiko cedera selama masa latihan maupun kompetisi.​"Kami ingin prestasi atlet Sidoarjo terangkat, namun masa depan mereka juga harus terjamin. Karena itu, kami siapkan dukungan pendidikan melalui beasiswa, perlindungan kesehatan, hingga peluang kerja melalui kolaborasi dengan perusahaan," tegas Subandi, Jumat (30/10).​Terobosan progresif juga dilakukan Pemkab Sidoarjo dalam menyiapkan keberlanjutan karier para atlet setelah pensiun dari dunia olahraga. Melalui pemanfaatan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility / CSR) serta fasilitasi pelatihan kerja, ribuan perusahaan dilibatkan agar para atlet memiliki bekal kompetensi nyata untuk memasuki sektor industri profesional.​Dari sisi teknis pembinaan, Ketua KONI Sidoarjo Rafi Wibisono menjelaskan bahwa Puslatkab yang dimulai lebih awal ini dirancang secara terstruktur dan terukur. Program dibagi menjadi tiga tahapan—mulai dari cabor individu berpenilaian terukur, cabor beregu, hingga tahap pemantapan akhir.​Penjaringan atlet pun dilakukan secara ketat dan transparan melalui kompetisi internal hingga kejuaraan tingkat regional dan nasional, demi memastikan tiket kontingen Sidoarjo dipegang oleh atlet-atlet terbaik yang kompeten. Sejumlah cabang olahraga unggulan seperti sepak bola, bola voli, dan futsal turut mendapat perhatian khusus untuk merebut kembali dominasi emas yang sempat terlepas di Porprov sebelumnya di Malang.​Dengan dimulainya Puslatkab menuju Porprov 2027 yang akan dihelat di Surabaya pada Juli mendatang, Sidoarjo tidak hanya memasang target tinggi di klasemen perolehan medali, tetapi juga menetapkan standar baru bahwa kesejahteraan dan masa depan atlet adalah investasi utama pembangunan daerah.

Mujianto• 14 Jam Lalu | OlahRaga
Evaluasi Lintas Sektor Bantur, Stunting dan TBC Jadi Target Utama

Evaluasi Lintas Sektor Bantur, Stunting dan TBC Jadi Target Utama

PUSKESMAS BANTUR BONGKAR KENDALA STUNTING DAN TBC, SERUKAN KOLABORASI TOTAL LINTAS SEKTOR​MALANG,( PojokTv.com ) – Penanganan stunting dan tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja Puskesmas Bantur, Kabupaten Malang, dipastikan tidak bisa lagi sekadar mengandalkan tenaga medis. Evaluasi mendalam terhadap dua ancaman kesehatan utama ini dibongkar terbuka dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor Tahun 2026 yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026).​Langkah agresif ini diambil untuk mendobrak ego sektoral dan menggenjot keterlibatan aktif pemerintah kecamatan, koramil, kepolisian, hingga jajaran pemerintah desa se-Kecamatan Bantur.​Kepala UPT Puskesmas Bantur, Soebagijono, S.Kep.Ns., M.M.Kes., menegaskan bahwa evaluasi rutin empat bulanan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wadah krusial untuk memetakan capaian sekaligus membongkar kendala riil di lapangan.​"Persoalan kesehatan masyarakat tidak bisa dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan. Keterlibatan penuh Forkopimcam, perangkat desa, TNI-Polri, hingga partisipasi akar rumput mutlak diperlukan agar penanganan stunting dan TBC benar-benar tepat sasaran," tegas Soebagijono.​Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP., Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Syafiudin, S.H., M.H., Bati Tuud Koramil 0818/12 Bantur Peltu Tomy Umbarsono, serta seluruh kepala desa dan tokoh masyarakat setempat.​Fokus Gerak Cepat: Deteksi Dini TBC dan Edukasi Stunting​Dalam pemetaan wilayah kerja, Puskesmas Bantur yang mengampu lima desa di bagian selatan Kecamatan Bantur menekankan dua prioritas penanganan:​Pencegahan dan Pemantauan Stunting: Mendorong peran aktif pemerintah desa untuk mengawal ketat kondisi gizi kelompok sasaran serta memperkuat edukasi masyarakat secara berkesinambungan.​Penanggulangan TBC: Memperagresif penemuan kasus secara aktif melalui deteksi dini, pemeriksaan bakteriologis, hingga skrining rontgen massal, seperti yang difokuskan di Desa Sumberbening.​Soebagijono juga menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari sekadar mengobati menjadi pencegahan intensif (promotif dan preventif). Menurutnya, konsep sehat harus diartikan secara menyeluruh mencakup aspek fisik, mental, spiritual, hingga sosial.​Sinergi lintas sektor ini diharapkan tidak berhenti di meja rapat, melainkan langsung berdampak pada penurunan angka stunting dan TBC secara signifikan di wilayah Bantur.

Iwan Said• 1 Hari Lalu | Kesehatan
Pajak Reklame Surabaya Disorot! Target Rp200 Miliar Baru Tercapai Rp114 Miliar, DPRD Desak Bapenda Buka-Bukaan Data

Pajak Reklame Surabaya Disorot! Target Rp200 Miliar Baru Tercapai Rp114 Miliar, DPRD Desak Bapenda Buka-Bukaan Data

​SURABAYA,( PojokTv.com ) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak Pemkot Surabaya untuk lebih agresif mengoptimalkan sektor pajak reklame. Langkah ini dinilai mendesak guna menambal potensi kekurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat penurunan alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.​Desakan tersebut mengemuka dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 bersama Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Kota Surabaya, Rachmad Basari, di ruang rapat Komisi B, Senin (26/10/2026).​Wakil Ketua Komisi B Moch Machmud menyoroti kinerja penerimaan pajak reklame tahun 2026 yang dinilai masih jauh dari memuaskan. Dari target ambisius sebesar Rp200 miliar, realisasi yang masuk hingga saat ini baru menyentuh angka Rp114 miliar.​Meski mengapresiasi kenaikan target pajak reklame untuk tahun 2027, Machmud menilai angka kenaikan tersebut masih terlalu konservatif dan aman. Ia pun meminta Bapenda bersikap transparan terkait data valid di lapangan.​“Sampaikan apa adanya. Nanti kita bantu. Semangat kita kan sama,” ujar politisi Partai Demokrat ini saat ditemui, Kamis (29/10/2026). Ia meminta Bapenda membeberkan total titik reklame secara rinci, nilai pajak per titik, hingga daftar wajib pajak yang masih menunggak atau belum membayar.Tak hanya mengevaluasi data lama, Machmud juga meminta Pemkot melirik potensi pendapatan baru yang belum tergarap optimal. Salah satunya menjamurnya media luar ruang jenis videotron di kawasan strategis Jalan Radial Ring Road Lontar, Surabaya Barat—mulai dari kawasan Mayjend Jonosewoyo dekat Pakuwon Mall hingga Bundaran G-Walk CitraLand. Jalur sibuk ini dinilai menyimpan potensi pemasukan masif jika tertib didata dan ditarik pajaknya.​Menanggapi desakan tersebut, Kepala Bapenda Kota Surabaya Rachmad Basari merinci basis data reklame di Kota Pahlawan. Saat ini tercatat sebanyak 22.805 titik reklame di bawah delapan meter, 2.708 titik reklame terbatas di atas delapan meter, serta 13.125 titik reklame insidentil.​Kendati demikian, ketika didesak menyerahkan daftar rinci titik yang belum melunasi kewajiban pajaknya, Basari mengaku terkendala masalah jaringan dan berjanji akan segera menyusulkan data lengkapnya ke Komisi B. “Nanti saya susulkan datanya. Jumlah titik sudah kita berikan karena itu berdasarkan pembayaran,” dalihnya.Dengan sisa waktu efektif sekitar dua bulan menjelang akhir tahun 2026, Basari memastikan pihaknya tetap berupaya keras menggenjot sisa target yang tersisa. Bapenda telah menerjunkan tim khusus penagihan pajak reklame di setiap wilayah untuk menyisir para penunggak.​Ia menambahkan, penetapan target pajak ke depan akan terus dikalkulasi secara realistis berdasarkan data historis mengingat pada tahun 2025 lalu realisasi pajak reklame sempat melampaui target.​Selain mengejar target angka, Bapenda memastikan penambahan titik reklame baru, seperti di kawasan koridor Jemursari, akan tetap dikendalikan ketat demi menjaga estetika dan tata kota Surabaya agar tidak semrawut.

Sugiantoro• 1 Hari Lalu | Pemerintahan
Nekat Langgar Aturan, 441 Pengendara di Malang Terjaring Operasi Patuh 2026

Nekat Langgar Aturan, 441 Pengendara di Malang Terjaring Operasi Patuh 2026

​MALANG,( PojokTv.com ) – Kesadaran berlalu lintas di jalanan Kabupaten Malang tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Buktinya, baru tiga hari Operasi Patuh Semeru 2026 digelar, terhitung sejak Senin (26/10) hingga Rabu (28/10),Satlantas Polres Malang mencatat sebanyak 441 pengendara terpaksa ditindak akibat melanggar aturan.​Tak hanya sanksi tegas berupa tilang, petugas juga melayangkan 1.438 teguran simpatik kepada para pelanggar. Dari total penindakan tersebut, sebagian besar atau 422 pengendara terjaring kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis dan mobile, sementara 19 lainnya dikenai tilang manual.​Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menegaskan bahwa angka penindakan ini bukan sekadar mengejar target sanksi. Operasi ini hadir untuk membangun budaya tertib yang mendarah daging di tengah masyarakat.​"Keselamatan di jalan harus menjadi kesadaran setiap pengendara. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memastikan kelengkapan kendaraan sebelum bepergian," ujar Chelvin, Kamis (29/10/2026).Dalam pelaksanaannya, petugas masih menemukan berbagai pelanggaran klasik yang membahayakan nyawa. Mulai dari pengendara yang nekat tidak memakai helm, melawan arus, hingga menerobos lampu merah.​Tak kalah mencolok, petugas juga mendapati pengemudi roda empat yang abai menggunakan seat belt (sabuk keselamatan), pengendara yang minim kelengkapan surat-surat (SIM dan STNK), hingga fenomena sepeda motor yang ditumpangi tiga orang sekaligus—kondisi yang jelas mengancam keseimbangan dan memicu risiko fatalitas kecelakaan.​Chelvin mengingatkan, penggunaan helm dan sabuk pengaman bukanlah sekadar formalitas untuk menghindari tilang, melainkan pelindung utama nyawa saat terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan raya.​"Jangan menunggu ada petugas atau operasi lalu lintas untuk tertib. Keselamatan harus menjadi prioritas setiap kali berkendara, baik saat menempuh perjalanan dekat maupun jauh," tegasnya.Operasi Patuh Semeru 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama 14 hari penuh hingga 8 November mendatang. Menariknya, penegakan hukum dalam operasi ini dikemas dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas.​AKP Chelvin merinci, porsi kegiatan operasi ini dibagi menjadi 20 persen langkah preemptif (penyuluhan), 50 persen preventif (pencegahan/patroli), dan 30 persen represif (penindakan hukum).​"Artinya, upaya membangun kesadaran dan mencegah pelanggaran tetap menjadi porsi utama, sementara penindakan dilakukan sebagai pemicu untuk meningkatkan kepatuhan," jelasnya.​Senada dengan hal tersebut, Kasi Humas Polres Malang, AKP M. Budiono, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keamanan berlalu lintas sebagai kebutuhan bersama, bukan beban.​"Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar menghindari tilang, tetapi juga melindungi diri sendiri dan orang lain. Mari bersama-sama menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Malang," pungkas Budiono.

Deni Robi Sasongko• 1 Hari Lalu | Hukum
ASN Pemkab Malang Diuji: Integritas Harga Mati, 21 Ribu Pegawai Didorong Tinggalkan Mental "Asal Senang"

ASN Pemkab Malang Diuji: Integritas Harga Mati, 21 Ribu Pegawai Didorong Tinggalkan Mental "Asal Senang"

​MALANG ,( PojokTv.com )-Pemerintah Kabupaten Malang mengambil langkah tegas dalam merombak budaya kerja birokrasi. Sebanyak 21 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN)mencakup PNS dan PPPK didorong untuk tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kokoh melalui internalisasi konsep kesalehan diri, sosial, hingga organisasi.​Penekanan ini mengemuka dalam kegiatan pembinaan integritas yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (29/10). Di hadapan ratusan peserta luring dan ribuan lainnya yang memantau secara daring, Lathifah mengingatkan bahwa sumpah jabatan dan pakta integritas bukan sekadar pajangan di atas kertas, melainkan janji suci yang menuntut pembuktian nyata.​Bagi Pemkab Malang, integritas bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan mendesak demi memulihkan dan menjaga kepercayaan publik. Lathifah secara tegas mewanti-wanti para pegawai untuk menjauhkan diri dari praktik penyimpangan sekecil apa pun, termasuk budaya menerima gratifikasi yang kerap menciderai esensi pelayanan masyarakat.​“ASN tidak cukup hanya tahu aturan. Integritas diukur dari seberapa jujur mereka memegang amanah, berani menolak godaan, dan bertanggung jawab penuh pada tugasnya,” ujar Lathifah.​Senada dengan hal tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Ir. Tomie Herawanto, M.P., menyoroti bahwa kualitas intelektual dan kemampuan teknis seorang birokrat akan kehilangan makna jika rapuh secara moral. Menurutnya, transformasi budaya kerja wajib dimulai dari kesadaran individu (self-correction).​“Ketika fondasi pribadi sudah beres, otomatis akan memancarkan hubungan sosial yang sehat dan bermuara pada kultur organisasi yang bersih,” ungkap Tomie. Ia juga menegaskan pentingnya keberanian moral di kalangan birokrat untuk bersikap tegas terhadap intervensi atau permintaan di luar ketentuan. "Kita harus berani mengatakan tidak pada hal yang tidak sesuai kewenangan," tegasnya.​Sorotan tajam turut diarahkan pada gaya kepemimpinan di tiap perangkat daerah. Tomie mengingatkan bahwa instruksi lisan saja tidak akan cukup mengubah wajah birokrasi tanpa adanya keteladanan nyata dari para pimpinan di garda terdepan.​Untuk memastikan kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan yang habis di ruang seminar, Pemkab Malang menyiapkan langkah lanjutan yang lebih konkret. Bappeda dilibatkan langsung untuk merancang instrumen pemantauan (monitoring), guna mengevaluasi sejauh mana materi pembinaan ini benar-benar terimplementasi dalam etos kerja harian para abdi negara.​Melalui sinergi antara pendekatan moral yang turut menghadirkan tokoh agama KH Sobri dari Al-Ihsan dan pengawasan sistemik, Pemkab Malang optimis mampu melahirkan birokrasi yang responsif, bersih dari penyimpangan, dan berorientasi penuh pada kualitas pelayanan publik.

Deni Robi Sasongko• 1 Hari Lalu | Pemerintahan
Usai Frontage Road, Subandi Tancap Gas Wujudkan Flyover Gedangan

Usai Frontage Road, Subandi Tancap Gas Wujudkan Flyover Gedangan

​SIDOARJO,( PojokTv.com )-Setelah hampir menuntaskan penanganan dan pembangunan frontage road, Bupati Sidoarjo H. Subandi kini bergerak cepat mewujudkan solusi atas keluhan bertahun-tahun masyarakat terkait kemacetan parah di perempatan Gedangan. Pemkab Sidoarjo berkolaborasi dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Jawa Timur untuk mematangkan mekanisme pengadaan tanah pembangunan Flyover Gedangan.​Kepastian langkah tersebut diperoleh usai Bupati Subandi mendatangi Kantor Wilayah BPN Jatim pada Rabu (28/10/2026). Dalam kunjungan yang didampingi Pj. Sekda Sidoarjo M. Ainur Rahman serta jajaran OPD terkait, rombongan diterima langsung oleh Kepala Kanwil BPN Jatim M. Naim.​Kepala Kanwil BPN Jatim, M. Naim, menyatakan dukungan penuh terhadap pengadaan tanah yang ditempuh sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Naim menjelaskan bahwa mekanisme normatif membutuhkan waktu sekitar 200 hari kerja, sehingga pencairan ganti rugi fisik diperkirakan terealisasi pada 2027.​"Mengenai anggaran tahun 2026 tentu akan menjadi SILPA karena tidak bisa dibayarkan di akhir tahun. Jika hal ini tidak menjadi kendala, besok dapat langsung kita lakukan pemaparan (ekspos) untuk memulai tahapannya," jelas Naim. BPN Jatim dan Pemkab Sidoarjo juga berencana menyelaraskan data lapangan yang sudah ada agar durasi proses bisa dipangkas lebih efisien. SK penugasan ke Kantah Sidoarjo ditargetkan terbit Senin mendatang untuk penentuan Satgas Pengadaan Tanah.​Menanggapi hal tersebut, Bupati H. Subandi menyambut positif sinyal hijau dari BPN Jatim. Langkah mematuhi tahapan regulasi ini juga merupakan saran dari BPKP Perwakilan Jatim guna mitigasi risiko hukum dan tata kelola administrasi keuangan.​"Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan langkah ini menjadi yang terbaik bagi Kabupaten Sidoarjo, sebab proyek nasional ini sudah ditunggu-tunggu bertahun-tahun oleh masyarakat untuk memecah kemacetan di perempatan Gedangan," ungkap Subandi.​Untuk mendukung kelancaran pembebasan lahan, Pemkab Sidoarjo menyiapkan alokasi anggaran APBD sebesar Rp450 miliar secara bertahap, yakni Rp200 miliar pada TA 2026 dan Rp250 miliar pada TA 2027.​"Terkait pembayaran ganti rugi yang baru bisa direalisasikan pada tahun 2027, bagi kami tidak ada masalah. Yang terpenting proses ini berjalan transparan dan tidak mengganggu perencanaan yang ada," pungkasnya.

Mujianto• 1 Hari Lalu | Pemerintahan
Rumah Mewah Citra Garden Sidoarjo Jadi Markas Penipuan Online Internasional, 8 WN Vietnam Diringkus

Rumah Mewah Citra Garden Sidoarjo Jadi Markas Penipuan Online Internasional, 8 WN Vietnam Diringkus

SIDOARJO,( PojokTv.com)-Perumahan mewah Citra Garden di Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, mendadak jadi sorotan publik setelah disinyalir beralih fungsi menjadi sarang operasi jaringan penipuan online (online scam) lintas negara. Delapan Warga Negara (WN) Vietnam berhasil diringkus Satreskrim Polresta Sidoarjo menyusul penyelidikan intensif yang melibatkan kerja sama dengan kepolisian negara asal para pelaku.​Komplotan WNA tersebut memanfaatkan fasilitas perumahan elit di Sidoarjo ini untuk menjalankan aksi kejahatan siber dengan menyasar warga negara mereka sendiri di Vietnam, sekaligus diduga kuat melakukan pelanggaran berat terkait penyalahgunaan izin tinggal di Indonesia.​Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Condroputra mengungkapkan bahwa terbongkarnya markas sindikat internasional di kawasan Citra Garden ini berawal dari koordinasi lintas instansi dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terkait aktivitas mencurigakan sejumlah WNA. Penyelidikan kemudian diperdalam melalui kerja sama dengan Kepolisian Vietnam yang dijembatani oleh Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.​"Dari hasil koordinasi dengan Kepolisian Vietnam, kami memperoleh informasi adanya korban yang diduga mengalami penipuan dengan modus pelaku mengaku sebagai petugas departemen registrasi kendaraan bermotor di Vietnam," ujar Bobby saat konferensi pers di Mako Polresta Sidoarjo, Rabu (28/10).​Dalam laporan perkara, seorang korban bernama Nong Thi Tich terpedaya dan menyerahkan sejumlah uang dengan dalih pengurusan kendaraan bermotor, yang berujung pada kerugian sekitar Rp 5 juta.​Jejak digital dan informasi dari kepolisian Vietnam tersebut memandu penyidik menggerebek lokasi persembunyian para pelaku. Hasilnya, petugas mengamankan delapan pria berkewarganegaraan Vietnam masing-masing berinisial VQM, 29, VBV, 32, VQT, 23, QCT, 24, VQC, 23, VTL, 19, VTC, 19, dan VCD, 26.​Berdasarkan penyidikan sementara, sindikat ini telah menjadikan rumah sewaan di kawasan elit Buduran tersebut sebagai markas operasional sejak Maret hingga Juli 2026 demi meraup keuntungan finansial ilegal. Polisi kini terus mendalami peran masing-masing tersangka guna mengungkap kemungkinan adanya upaya sengaja memanfaatkan perumahan di Sidoarjo untuk menghindari penegakan hukum di negara asal.​Sita 20 Ponsel dan Tujuh Komputer dari Markas Sindikat​Saat melakukan penggerebekan di lokasi, petugas menyita setumpuk barang bukti elektronik yang menjadi instrumen utama kejahatan para tersangka.​Barang bukti yang diamankan meliputi 20 unit telepon seluler dari berbagai merek—mulai dari iPhone, Oppo, Vivo, Redmi, Samsung, hingga Realme. Petugas juga menyita tujuh unit komputer dan laptop berstandar operasional seperti Lenovo dan Dell.​Selain perangkat komunikasi dan komputer, polisi turut mengamankan tiga unit kamera CCTV merek Ezviz, dua monitor, kartu identitas, surat izin mengemudi salah satu tersangka, hingga dokumen perjanjian sewa rumah yang membuktikan legalitas penguasaan tempat tersebut. Seluruh barang bukti kini tengah dianalisis mendalam untuk memperkuat konstruksi hukum perkara ini.​"Kami masih mendalami peran masing-masing tersangka serta mengembangkan penyidikan untuk mengungkap lebih lanjut jaringan penipuan online lintas negara ini," tegas Bobby.​Sebelum penggerebekan komplotan asal Vietnam ini, jajaran kepolisian di Sidoarjo juga sempat mengamankan tiga WNA asal China dengan kasus serupa, yakni penyalahgunaan izin tinggal. Berkas perkara ketiganya bahkan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo.​Atas perbuatannya, kedelapan WN Vietnam ini dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).​Hingga kini, kepolisian terus mengembangkan penyelidikan guna membongkar tuntas jaringan sindikat internasional yang sempat menjadikan kawasan perumahan Sidoarjo sebagai basis operasi mereka.

Yoyok• 2 Hari Lalu | Hukum
Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Massa Aliansi Rakyat di Malang Garang Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Massa Aliansi Rakyat di Malang Garang Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran

​MALANG,( PojokTv.com)– Memanfaatkan momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menggelar aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPRD hingga Balai Kota Malang, Rabu (28/10/2026). Aksi ini menjadi panggung kritik pedas terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.​Perwakilan Serikat Mahasiswa Indonesia, Ardan, menegaskan peran krusial pemuda dalam mengawal arah kebijakan negara yang dinilai makin jauh dari keberpihakan pada rakyat kecil.​"Sejarah Indonesia adalah sejarah angkatan muda. Bila angkatan muda mati rasa, maka terancamlah sejarah Indonesia sendiri," tegas Ardan mengutip pemikiran Pramoedya Ananta Toer di tengah orasinya.​Dalam aksi tersebut, aliansi membawa isu utama bertajuk “Bakar Kekuasaan Prabowo-Gibran, Padamkan Api Karhutla”. Selain mengkritik lambatnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra, Kalimantan, hingga Papua, massa juga menyoroti tekanan ekonomi rakyat, seperti tingginya harga bahan pokok, biaya pendidikan, hingga isu ketenagakerjaan.​Massa aksi melayangkan tujuh tuntutan utama, di antaranya mendesak penetapan status Bencana Nasional untuk karhutla, penyesuaian tarif pajak dan harga kebutuhan pokok, penyediaan lapangan kerja layak, hingga evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deni Robi Sasongko• 2 Hari Lalu | Peristiwa
Dari Curi HP Jadi Nabrak Lari, Pelarian Pedagang Batu Akik di Sidoarjo Berujung Bui

Dari Curi HP Jadi Nabrak Lari, Pelarian Pedagang Batu Akik di Sidoarjo Berujung Bui

SIDOARJO – Upaya pelarian Purba Wasesa (55) usai mencuri telepon seluler di bengkel tambal ban Perumahan Kahuripan Nirwana Village (KNV) berujung celaka. Pria yang berprofesi sebagai pedagang batu akik ini nekat menggeber sepeda motornya hingga menabrak seorang warga setempat sampai mengalami patah tulang pada bagian kaki.​Insiden pencurian yang terjadi pada Selasa (27/10/2026) tersebut semula terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV). Setelah dikejar warga akibat aksi nabrak lari tersebut, pelaku berhasil diamankan dan diserahkan ke Polsek Sidoarjo Kota.​Namun, proses hukum kini tertahan pada tahap verifikasi data pribadi. Hasil pemeriksaan tim identifikasi kepolisian menunjukkan bahwa data fisik dan sidik jari tersangka tidak terdaftar di sistem Inafis. Keterangan pelaku mengenai asal daerahnya pun terus berubah-ubah.​Polisi resmi mengamankan tersangka di Rutan Polsek Sidoarjo Kota untuk menjalani penahanan hingga 16 November 2026. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 476 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.

Yoyok• 2 Hari Lalu | Hukum
Bupati Subandi Takziah ke Rumah Duka Kades Tropodo, Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan Puluhan Juta

Bupati Subandi Takziah ke Rumah Duka Kades Tropodo, Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan Puluhan Juta

​SIDOARJO,(PojokTv.com)-Bupati Sidoarjo Subandi bertakziah ke rumah duka almarhum Moch Kusaini, Kepala Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Rabu (28/10/2026). Kedatangan Bupati di Wisma Tropodo tersebut sekaligus untuk menyerahkan secara langsung santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris almarhum.​Keluarga almarhum menerima manfaat santunan sebesar Rp46.386.497 yang mencakup Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP). Selain klaim tersebut, ahli waris juga berhak mendapatkan manfaat Jaminan Pensiun berkala senilai Rp1.516.515 yang disalurkan setiap bulan.​Bupati Subandi menyampaikan belasungkawa mendalam dan berharap santunan ini dapat membantu meringankan beban finansial keluarga yang ditinggalkan.​"Alhamdulillah hari ini kita bisa bertakziah ke kediaman almarhum Kepala Desa Moch Kusaini. Semoga almarhum ditempatkan di surga terbaik di sisi Allah," ujar Subandi usai penyerahan santunan.​Subandi menegaskan bahwa seluruh perangkat desa, lembaga desa, hingga kader di Kabupaten Sidoarjo telah ter-cover jaminan sosial ketenagakerjaan melalui alokasi APBD Pemkab Sidoarjo. Langkah ini merupakan bentuk hadirnya negara dalam memberikan kepastian perlindungan bagi jajaran pelayan masyarakat.​Tak hanya fokus pada aparatur desa, Pemkab Sidoarjo juga mengekskalasi cakupan perlindungan jaminan sosial ke warga rentan melalui inovasi program Satu ASN Satu Duafa yang mulai diakselerasi pada tahun 2026.​Melalui skema ini, pejabat Eselon II, Eselon III, hingga kepala unit layanan publik (kepala sekolah, RSUD, dan puskesmas) mendaftarkan serta menanggung kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi warga kurang mampu.​"Harapan kami, pada tahun 2027 seluruh ASN di Kabupaten Sidoarjo bergerak bersama melalui program Satu ASN membawa Satu Duafa. Pemkab akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat mendapatkan jaminan perlindungan yang layak," pungkas Subandi.

Mujianto• 2 Hari Lalu | Pemerintahan
Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98: Pemkot Malang Kucurkan Beasiswa dan Support Atlet Paralympc

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98: Pemkot Malang Kucurkan Beasiswa dan Support Atlet Paralympc

​MALANG,( PojokTv.com )-Momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Balai Kota Malang, Rabu (28/10/2026), tidak sekadar diwarnai ikrar keberagaman busana adat nusantara. Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmen penguatan kapasitas pemuda melalui pengucuran bantuan pendidikan dan dukungan konkret bagi atlet paralimpik.​Di hadapan peserta upacara, PJ Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan dan masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang berjiwa patriotik, inovatif, dan berdaya saing.​"Pemuda-pemuda saat ini yang akan menggantikan kita di masa depan dan menentukan nasib negara. Kita ingin pemuda terus berkreasi, berinovasi, dan menjaga nasionalisme," ujar Wahyu usai bertindak sebagai inspektur upacara.​Komitmen tersebut direalisasikan lewat serangkaian aksi nyata di lapangan:​Subsidi Beasiswa Pendidikan: Pemkot Malang menyalurkan bantuan beasiswa Program BRI Peduli (TJSL) senilai total Rp150 juta yang diperuntukkan bagi 300 siswa jenjang SD dan SMP.​Pelepasan Atlet NPCI: Wali Kota melepas 5 atlet National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Malang yang akan berlaga di Kejurda Piala Gubernur Jatim di Mojokerto (30 Oktober–1 November 2026). Mereka adalah Fajar (catur netra) serta Alico, Pandega, Febri, dan Rara (boccia).​Apresiasi Atlet Berprestasi: Penyerahan penghargaan kepada atlet para-atletik Fahri dan Arzy atas raihan medali di Kejurprov Jatim, serta pengalungan medali secara simbolis kepada Oddi, atlet para-bulu tangkis peraih medali perunggu ASEAN Para Games 2026 Thailand.​Melalui integrasi antara pembentukan karakter, jaminan akses pendidikan, dan pembinaan olahraga difabel, Pemkot Malang memproyeksikan potensi pemuda pelopor sebagai motor penggerak pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Deni Robi Sasongko• 2 Hari Lalu | Pemerintahan
Sekolah Ramah Atlet: SDIT Permata Surabaya Buktikan Akademik dan Olahraga Bisa Sejalan

Sekolah Ramah Atlet: SDIT Permata Surabaya Buktikan Akademik dan Olahraga Bisa Sejalan

​SURABAYA,(PojokTv.com)-Menyeimbangkan pendidikan akademik dan pembinaan prestasi olahraga sejak usia dini kerap menjadi tantangan besar bagi orang tua maupun atlet muda. Menjawab tantangan tersebut, SDIT Permata Surabaya berkomitmen menerapkan konsep sports-friendly school atau sekolah ramah atlet guna memastikan pengembangan potensi siswa berjalan seimbang tanpa mengorbankan materi pelajaran.​Dukungan nyata ini dibuktikan melalui keluwesan sistem pembelajaran bagi para siswa yang menekuni bidang olahraga. Pihak sekolah memberikan dispensasi resmi untuk pemusatan latihan maupun kejuaraan, penyusunan tugas dan ujian susulan, hingga pendampingan materi secara personal oleh guru pendamping.​Kepala SDIT Permata Surabaya, Rina Widya Tantri, S.Sos. I., Gr., menegaskan bahwa sekolah yang berlokasi di Jalan Cacat Veteran Nomor 41, Pakal, Surabaya ini berfokus mendampingi perkembangan potensi anak secara utuh.​"Kami juga menyediakan ruang khusus penghargaan di lingkungan sekolah, agar pencapaian para siswa dapat memotivasi murid lain untuk berani mengejar minat dan potensinya masing-masing," ujar Rina.​Hasil dari ekosistem yang mendukung ini terlihat dari deretan prestasi nasional hingga internasional yang diraih para siswanya:​Loncat Indah: M. Hafiz Dhiaurrahman (8 tahun) menyabet satu medali perak dan satu perunggu pada ajang Pari Sakti Diving International Competition 2026. Hafiz kini tengah bersiap menghadapi Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2026 pada 10–13 November mendatang di GBK Jakarta.​Renang: Muhammad Arsya Airlangga dan Bumi Putra Wibowo merengkuh juara pertama dan kedua pada Vaquita Fun Swimming Championship 2026.​Taekwondo: Azril Rahandika Al Fariq serta Raziq El Muaz Herdianto sukses meraih gelar juara pertama pada Kejurprov Taekwondo Indonesia Piala Gubernur Jatim Antarpelajar 2026.​Karate & Non-Olahraga: Hadhira Labibah dan Ibrahim El Abrar Khadafi berprestasi di International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament VI Kemenpora RI Cup. Sementara di bidang non-olahraga, capaian diraih Nadhira Labibah (Tahfiz Al-Qur’an Jatim), Calya Habibah Burairah (Islamic Youth Regional 2), serta Muhammad Afsarul Malik Arrafif (Brick Mission Independence Challenge).​Guru Olahraga SDIT Permata Surabaya, Didik Erianto, menambahkan bahwa sinergi ketat antara sekolah, orang tua, dan pelatih menjadi kunci utama skema pembinaan ini.​Bagi SDIT Permata Surabaya, raihan medali merupakan bonus dari proses panjang. Tujuan utamanya tetap fokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan manajemen waktu, serta penyediaan fondasi pendidikan yang kokoh bagi masa depan para siswa.

Sugiantoro• 2 Hari Lalu | Pendidikan
Tiga Juara Bertahan KBAM 2026 Zona Timur Kompak Tembus Semifinal

Tiga Juara Bertahan KBAM 2026 Zona Timur Kompak Tembus Semifinal

​SURABAYA,(PojokTv.com) -Para juara bertahan Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2026 Zona Timur membuktikan kelasnya. Tiga pasangan pemegang gelar juara tahun lalu sukses mengamankan tempat di babak semifinal dalam ajang yang disokong oleh Djarum Foundation Bhakti Olahraga ini.​Bertanding di GOR Suryanaga, Surabaya, Selasa (27/10/2026), trio juara bertahan melaju tanpa hambatan berarti:​Kelompok Usia 25–35: Pasangan asal Kediri, Angga/Timotius (Ketik/Gaung Media), melenggang ke semifinal usai menundukkan rekan kedaerahannya, Hasan/Yuni, dua set langsung 21-14, 21-12.​Kelompok Usia 36–45: Duet unggulan utama Irawan/Irawan (Petisi) masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya dan berhasil menyegel tempat di empat besar.​Kelompok Usia 46+: Pasangan senior TVRI Jawa Timur, Burhan/Indra, menunjukkkan dominasinya untuk melangkah ke fase krusial.​Pada babak semifinal, Angga/Timotius dijadwalkan berhadapan dengan Jefri/Nanang (Petisi) yang melaju usai menekuk wakil Jawa Pos, Atta/Bima (21-17, 21-13). Laga semifinal lainnya di kategori ini mempertemukan unggulan kedua Yoyok/Ary (Jatim Mandiri) melawan Naryo/Yoki (Petisi).​Di kategori usia 36–45, Irawan/Irawan bakal ditantang pasangan kejutan Hadi/Tegar (Papan Skor). Pemenang laga ini akan bertemu pemenang duel Arfan/Hafid (Jatim Mandiri) vs Ariadi/Rizal (Suksesi). Sementara di kategori 46+, Burhan/Indra akan meladeni Basir/Hamid (Petisi), disusul bentrok Didik Arianto/Dimas (Headline Jatim) vs Indra/Rahmad (Petisi).​Ketua Pelaksana KBAM 2026 Zona Timur, Sidiq Prasetyo, memastikan persaingan memperebutkan tiket final akan berlangsung ketat.​"Semua pertandingan semifinal bakal seru dan ketat. Laga digelar di dua lapangan mulai pukul 09.00 WIB," ujar Sidiq.​Turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp45 juta ini dibuka resmi oleh perwakilan KONI Jatim Muhammad Aliyas serta mantan Ketua Pengprov PBSI Jatim Wijanarko Adi Mulya, dengan total keikutsertaan mencapai 77 pasangan media.

Sugiantoro• 2 Hari Lalu | OlahRaga
Destana Tulang Punggung Mitigasi: Kabupaten Malang Akselerasi Ketangguhan Desa Menuju Standar Enterprise-Grade

Destana Tulang Punggung Mitigasi: Kabupaten Malang Akselerasi Ketangguhan Desa Menuju Standar Enterprise-Grade

​MALANG,(PojokTv.com)-Mitigasi bencana di Kabupaten Malang memasuki fase eskalasi struktural. Dari total 390 desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah teritorial ini, baru 149 titik yang terkonfigurasi secara optimal sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Angka ini menjadi parameter krusial yang mendasari penyelenggaraan ajang prestisius Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) Award Kabupaten Malang 2026.​Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, S.Sos., M.M., memaparkan bahwa eskalasi kapabilitas Destana diklasifikasikan ke dalam tiga level hierarki: Pratama, Madya, hingga level tertinggi Utama.​"Pembentukan Destana diprioritaskan secara sistematis pada zona-zona dengan indeks risiko tinggi, termasuk kawasan pesisir Malang Selatan yang memiliki eksposur kerentanan terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami, serta kawasan hulu yang rentan terhadap erupsi vulkanik, banjir, dan longsor," tegas Sadono.​Refleksi historis atas insiden gempa bumi Malang Selatan tahun 2021 menegaskan satu hukum besi mitigasi: kesiapsiagaan komputasional dan sosial tidak boleh direduksi menjadi respons reaktif pasca-bencana. Sinkronisasi lintas wilayah dan pemberdayaan komunitas akar rumput menjadi variabel mutlak untuk mereduksi potensi downtime sosial dan ekonomi secara asimtotik.​Sebagai instrumen optimalisasi, pemerintah desa diinstruksikan untuk mengintegrasikan alokasi Dana Desa secara taktis sesuai regulasi yang berlaku. Finansial korporat desa ini difokuskan untuk mengakselerasi kapabilitas masyarakat dalam pemetaan risiko (risk assessment), penyusutan protokol tanggap darurat, hingga eksekusi aksi dini saat anomali krisis terjadi.​Transformasi ini bukan tanpa preseden. Sejumlah Destana di Kabupaten Malang tercatat telah menembus level Utama serta menyabet penghargaan level regional hingga nasional, membuktikan bahwa ketangguhan berbasis komunitas lokal mampu beroperasi pada standar tertinggi.​Sorotan utama dalam siklus Kencana Award 2026 kali ini tertuju pada Kecamatan Pakisaji. Wilayah ini sukses mendobrak barier persaingan ketat dan masuk dalam jajaran 10 besar dari total 33 kecamatan partisipan.​Tim verifikator independen telah menerjunkan audit lapangan secara komprehensif di Pendopo Kantor Kecamatan Pakisaji. Evaluasi multidimensi ini mencakup:​Verifikasi administratif dan legalitas kelembagaan.​Inspeksi kondisi infrastruktur fisik dan ketersediaan resource sarana-prasarana darurat.​Audit protokol mitigasi dan tingkat partisipasi aktif masyarakat (community engagement) dalam reduksi risiko bencana.​Camat Pakisaji, Taufik Nurahman, S.STP., M.AP., menyatakan bahwa proses verifikasi ini krusial untuk memastikan validitas antara dokumentasi sistem dan eksekusi real-time di lapangan.​Seleksi ketat ini selanjutnya akan menyaring lima kecamatan terbaik untuk melaju ke fase asesmen pamungkas. Melalui momentum Kencana Award, Pemkab Malang memproyeksikan agar kultur mitigasi tidak berhenti pada seremonial kelembagaan semata, melainkan menjelma menjadi core competency berkelanjutan demi menekan indeks risiko bencana di bumi Kabupaten Malang.

Deni Robi Sasongko• 2 Hari Lalu | Pemerintahan
Buang Puntung Rokok Sembarangan, Pemulung Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang

Buang Puntung Rokok Sembarangan, Pemulung Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang

MALANG, (PojokTv.com) – Kecerobohan membuang puntung rokok berujung jeruji besi. Polresta Malang Kota menetapkan seorang warga berinisial K, asal Desa Jedong, Kecamatan Wagir, sebagai tersangka atas terbakarnya 8 hektare lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang.​Peristiwa yang terjadi pada Rabu (21/10) lalu itu bermula saat tersangka tengah membersihkan lokasi untuk mengambil pisang di sekitar TPA. Tanpa memikirkan risiko, K membuang puntung rokok yang masih menyala ke semak pohon bambu kering hingga memicu kobaran api hebat.​"Dari buang puntung rokok itu, api merambat dan membakar area sekitar. Saat tersangka kembali ke lokasi, api sudah membesar," terang Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Septiawan Adhi Prihantoro, Selasa (27/10).​Septiawan menegaskan, insiden ini murni akibat kealpaan tersangka yang membuang puntung rokok sembarangan, bukan sengaja membakar sampah. Sejauh ini penyidik telah memeriksa 15 orang saksi dan mengamankan sejumah barang bukti di lokasi kejadian.​Guna memastikan pola penyebaran api hingga melahap area seluas 8 hektare tersebut, Satreskrim Polresta Malang Kota juga menerjunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim ke tempat kejadian perkara.​Atas kelalaiannya, tersangka K dijerat pasal terkait kealpaan yang mengakibatkan kebakaran hebat. Hingga kini, penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk menentukan proses penahanan lebih lanjut terhadap tersangka.

Deni Robi Sasongko• 2 Hari Lalu | Hukum

Pojok Video