PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

ROMBONGAN JURNALIS HILANG KONTAK DI PERAIRAN KRAKATAU, IJTI PANTAU PROSES PENCARIAN TIM SAR

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: IstimewaKamis, 10 September 2026 | 12:24 WIB190 kali dibaca

JAKARTA (pojoktv.com) – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) terus memantau proses pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Anak Gunung Krakatau. Rombongan tersebut diketahui bertolak untuk melakukan peliputan menggunakan speedboat bermesin ganda (double engine) sebelum akhirnya kehilangan komunikasi.

Kapal tersebut dikemudikan oleh Warta, didampingi Surakman selaku awak kapal, serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu. Sementara lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan yaitu M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhistira Pranoto (iNews), Daus (Anadolu Agency), dan Donal (jurnalis lepas).

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, mengapresiasi kerja keras Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, serta nelayan setempat. Ia berharap penyisiran lautan secara maksimal tersebut dapat segera membuahkan hasil.

“Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa keselamatan tidak boleh ditawar, baik oleh institusi media maupun jurnalis itu sendiri saat berada di medan peliputan berisiko tinggi. Alam memiliki dinamikanya sendiri yang sering kali di luar kendali manusia, termasuk aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau. Kami menegaskan kembali prinsip utama profesi ini: tidak ada berita seharga nyawa manusia,” ujar Herik Kurniawan dalam keterangan resminya, Kamis (10/9/2026).

Lebih lanjut, IJTI mendesak adanya evaluasi total terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) peliputan berisiko tinggi di seluruh ekosistem pers Indonesia. Pengetatan mitigasi risiko dan pembekalan safety awareness dinilai wajib dilakukan sebelum menugaskan jurnalis ke zona bencana atau medan ekstrem.

Selain memberikan dukungan moral dan doa kepada keluarga korban, IJTI mengingatkan bahwa jurnalisme yang baik memang harus berpihak pada kebenaran dan kemanusiaan. Namun, kepulangan jurnalis dengan selamat ke tengah keluarga tetap menjadi tujuan tertinggi dalam setiap tugas peliputan.