TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN 108 KORBAN SELAMAT KM VIRGO TRANSPORT 8, 129 ORANG MASIH DICARI

Foto: Tim SAR Gabungan Temukan 108 Korban Selamat KM Virgo Transport 8, 129 Orang Masih Dicari

SURABAYA (pojoktv.com) - Operasi pencarian dan pertolongan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa kembali membuahkan hasil. Hingga Senin (14/9/2026), tim SAR berhasil menemukan 114 penumpang dari total 243 orang di atas kapal, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Sementara itu, 129 penumpang kapal rute Surabaya–Banjarmasin tersebut hingga kini masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama pencarian.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menegaskan bahwa data jumlah korban ini masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring berlangsungnya proses evakuasi dan verifikasi di lapangan.
"Kondisi saat ini dari total 243 korban, 108 orang ditemukan selamat, enam meninggal dunia, dan 129 dalam pencarian. Ini merupakan informasi resmi dari koordinator di Banjarmasin. Angkanya sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu," ujar Nanang.
Dibandingkan laporan sehari sebelumnya yang mencatat 107 korban selamat, jumlah penyintas bertambah satu orang menjadi 108 orang. Sebagian korban selamat saat ini berada di atas kapal-kapal penolong, termasuk kapal milik Pertamina, untuk diarahkan menuju Dermaga Basirih, Banjarmasin. Namun, proses pemindahan korban ke darat mengalami kendala cuaca buruk.
"Proses transfer korban antarkapal cukup terkendala lantaran gelombang tinggi di lokasi," tambah Nanang.
Guna memaksimalkan operasi, Basarnas menduga ada sejumlah korban yang berhasil diselamatkan kapal nelayan setempat namun belum terdata. Kantor SAR Surabaya terus berkoordinasi dengan komunitas nelayan di wilayah Lamongan, Tuban, dan Gresik. Dugaan ini menguat setelah muncul laporan bahwa Kapal Cahaya Bahari asal Tuban berhasil menyelamatkan sekitar 22 penumpang.
Nanang pun mengimbau seluruh nelayan yang menemukan atau membawa penyintas KM Virgo Transport 8 agar segera melapor ke Kantor SAR Surabaya atau kepolisian terdekat.
"Kapal nelayan umumnya tidak dilengkapi alat komunikasi. Kami berharap ada korban selamat yang terbawa oleh mereka dan segera terdata," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian dan penyisiran di perairan Laut Jawa masih terus dilakukan secara intensif.

