Tragedi KMP Virgo Transport 8: 22 Korban Selamat dan 4 Jenazah Dievakuasi via Helikopter

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Korban Kecelakaan KMP Virgo Transport 8: 22 Selamat dan 4 Meninggal Dunia Dievakuasi via Helikopter
KALIMANTAN SELATAN,(pojoktv.com)- Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan korban kecelakaan kapal KMP Virgo Transport 8 yang hilang kontak di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan. Pada operasi hari ketiga (H3), Selasa (15/9), sebanyak 22 korban selamat berhasil mendarat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) Lanal Banjarmasin, setelah sebelumnya dievakuasi oleh KM Cahaya Bahari Jaya dan ditransfer ke KRI Nala.
Proses evakuasi jalur udara juga dilakukan untuk korban meninggal dunia yang berada di TB Trans Coal Pacific:
Pukul 11.23 WITA: Helikopter HR-3601 mendarat di Bandara Syamsudin Noor membawa 2 korban meninggal dunia.
Pukul 11.55 WITA: Helikopter AS-365 P-3013 menyusul di bandara yang sama dengan membawa 2 korban meninggal dunia lainnya.
Secara keseluruhan, akumulasi korban yang telah dievakuasi mencapai 114 orang, dengan rincian 108 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia. Fokus utama operasi saat ini tertuju pada pencarian 129 korban yang masih hilang.
Pengerahan Alutsista dan Personel
Operasi SAR H3 ini melibatkan 1.097 personel gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polda Kalimantan Selatan, potensi SAR, serta instansi pendukung lainnya. Operasi didukung oleh armada kuat berupa:
Alut Udara: 5 unit (termasuk pesawat Cessna 208 Caravan yang mendarat pukul 11.40 WITA).
Alut Laut: 17 unit kapal pendukung.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan penyisiran melalui Search and Rescue Unit (SRU) laut maupun udara.
"Operasi pencarian terus kami optimalkan dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Setiap perkembangan di lapangan terus kami evaluasi untuk memastikan search area dapat ditentukan secara efektif dan peluang ditemukannya korban semakin besar," ujar Mohammad Syafii.
Evaluasi area pencarian terus disesuaikan secara berkala berdasarkan kondisi cuaca, dinamika lingkungan, dan pembaruan data korban di lapangan.

