PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

DEMO USUT TUNTAS INSIDEN PERKELAHIAN DI GEDUNG DPRD MALANG

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Iwan Said•Selasa, 15 September 2026 | 06:47 WIB•89 kali dibaca

Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang Desak Pengusutan Tuntas Insiden di DPRD

​MALANG (pojoktv.com) – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Malang, Selasa (15/9/2026). Aksi ini membawa agenda "Penegasan Sikap Menolak dan Menentang Segala Bentuk Arogansi dalam Menyampaikan Aspirasi."

​Dalam aksinya, massa menekankan bahwa kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional warga negara yang dilindungi undang-undang. Namun, penyampaian aspirasi dinilai harus tetap berada dalam koridor hukum, menjunjung etika, serta bebas dari tindakan kekerasan.

​Koordinator Aksi, Sibaweh, menyoroti insiden kekerasan yang sempat terjadi di Kantor DPRD Kabupaten Malang pada Jumat (11/9/2026). Ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

​“Ingat, usut tuntas! Jika tidak, kami akan terus melawan. Kami cinta damai di Bumi Arema. Singo Edan tidak tidur dan tidak ompong; Singo Edan akan terus menjaga Bumi Arema,” tegas Sibaweh di hadapan peserta aksi.

​Senada dengan Sibaweh, perwakilan massa lainnya, Axel Kharisma, menyatakan bahwa aksi ini tidak bertujuan untuk menghalangi masyarakat maupun kelompok tertentu dalam menyampaikan pendapat kepada wakil rakyat.

​"Kami tidak melarang siapa pun untuk menyampaikan aspirasi ke DPRD Kabupaten Malang. Namun, lakukanlah sesuai SOP, taat aturan, serta mengedepankan adab, etika, dan sopan santun," ujar Axel.

​Ia menambahkan, cara-cara destruktif atau penggunaan kalimat yang tidak pantas saat menyampaikan aspirasi justru mencoreng martabat warga setempat.

​“Kebebasan berpendapat memang dijamin undang-undang. Tetapi jika disampaikan dengan cara tidak pantas, kata-kata kasar, atau tindakan tidak bermoral, kami merasa harga diri masyarakat Kabupaten Malang dilukai. Kami memohon kepada Bapak Polisi agar kasus ini dituntaskan setuntas-tuntasnya,” imbaunya.

​Menanggapi tuntutan massa, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Faza, menyampaikan apresiasi atas kedatangan aliansi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak dewan menghormati setiap dinamika demokrasi dan hak penyampaian pendapat masyarakat.

​"Terkait aspirasi yang disampaikan rekan-rekan Aliansi Masyarakat Kabupaten Malang, kami sepakat bahwa menyampaikan pendapat adalah bagian dari hak masyarakat dan sistem demokrasi. Namun, hal itu tentu tidak boleh dilakukan melalui tindakan kekerasan," jelas Faza.

​Mengenai insiden pada Jumat (11/9/2026), Faza menegaskan bahwa pihak DPRD menyerahkan sepenuhnya proses hukum dan pendalaman kasus kepada aparat kepolisian.

​"Kami menyerahkan seluruh prosesnya kepada aparat penegak hukum untuk didalami dan ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkasnya.