PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

KORSLETING MESIN OVEN HANGUSKAN INDUSTRI TUSUK SATE DI TUREN MALANG

Foto Utama Berita

Foto: Industri Tusuk Sate Terbakar Diduga Karena Korsleting Listrik Oven

Oleh: Iwan SaidJumat, 11 September 2026 | 00:23 WIB99 kali dibaca

MALANG (pojoktv.com) – Siang berganti malam yang mencekam di Dusun Madyorenggo, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Kamis (10/9/2026). Amukan si jago merah melalap habis sebuah pabrik rumahan (home industri) pembuatan tusuk sate milik Sentot (66). Percikan api akibat korsleting listrik pada mesin pengering (oven) seketika memicu kebakaran hebat yang menyapu area seluas 420 meter persegi.

​Petaka berawal sekitar pukul 20.00 WIB. Johan, salah satu pekerja yang tengah bertugas, mendadak dikagetkan oleh percikan api dari arah oven pengering. Tanpa sempat dicegah, lidah api dengan cepat menyambar tumpukan bahan baku bambu yang kering dan mudah terbakar. Kobaran api pun langsung membumbung tinggi dan membesar.

​Kepala Bidang Penanggulangan dan Penyelamatan (PPK) Damkar Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., mengonfirmasi penyebab awal insiden tersebut.

​"Terjadi korsleting listrik pada oven tempat pengeringan tusuk sate. Percikan api menyambar bahan baku bambu di sekitarnya hingga membuat kobaran api langsung membesar," terang Win Haliem.

​Menerima laporan darurat sekitar pukul 19.58 WIB, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang meluncur ke lokasi dan tiba pukul 21.10 WIB. Regu 2 Damkar menerjunkan 11 personel tangguh armada gabungan (unit U07, U10, U4, dan U8).

​Aksi pemadaman berlangsung sengit dan dramatis selama lebih dari tiga jam. Baku hantam melawan si jago merah ini turut dibantu oleh 1 unit Damkar PT Pindad, jajaran Pemdes Talok, Babinsa, Kepolisian, Kasi Trantib, PMI, relawan Redcar, serta bahu-membahu bersama warga setempat. Api baru benar-benar berhasil dijinakkan sekitar pukul 00.30 WIB.

​Meski musibah di Jalan Sumber RT 02/RW 04 ini tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka, bangunan beserta mesin oven pendukung produksi ludes terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai Rp400 juta.

​Setelah memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan area steril dari potensi kebakaran susulan, seluruh armada dan personel Damkar akhirnya menarik diri kembali ke mako sekitar pukul 02.00 WIB.