PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pendidikan/Detail Berita

WUJUDKAN "SMALL ACTION, BIG IMPACT", RAJA BRAWIJAYA 2026 USUNG KONSEP GREEN CAMPUS DAN NOBATKAN CANDRASENA AMBASSADOR

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Rayhan KurniaSenin, 31 Agustus 2026 | 15:21 WIB189 kali dibaca

MALANG (pojoktv.com) — Kemeriahan Open House Raja Brawijaya 2026 tidak hanya berhenti pada selebrasi formasi jas almamater dan panggung hiburan. Di balik euforia tersebut, Universitas Brawijaya (UB) juga membawa misi besar dalam mencetak generasi peduli lingkungan dan agen perubahan sosial melalui peluncuran program Green Campus serta penganugerahan Candrasena Ambassador.

Langkah Nyata Menuju Kampus Nol Emisi

Universitas Brawijaya secara resmi meluncurkan program Green Campus yang membawa slogan "Small Action, Big Impact". Program ini merupakan bentuk komitmen tegas dari pimpinan rektorat UB untuk mendukung kebijakan Net Zero dan mewajibkan setiap fakultas untuk mengimplementasikan langkah-langkah terkait.

Sebagai langkah nyata pengelolaan limbah berkelanjutan, UB menyediakan fasilitas Reverse Vending Machine (RVM) di area kegiatan yang berfungsi menerima botol plastik untuk didaur ulang. Mahasiswa yang menukarkan botol plastiknya melalui mesin RVM ini berkesempatan mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi terhadap pengelolaan sampah.

Selain itu, edukasi pengelolaan limbah juga diterapkan melalui sistem pemilahan sampah dalam lima kategori warna. Kelima kategori tersebut meliputi warna hijau untuk sampah organik, kuning untuk sampah anorganik, biru untuk sampah kertas, merah untuk limbah B3, dan hitam untuk sampah residu.

Untuk mengawal keberlanjutan program ini, UB turut mencanangkan Duta Kampus Lestari yang diwakili oleh Randi Novian Ramdani, Alden Tristan, dan Nesya Amelia Azahra.

Candrasena Ambassador: Corong Kesadaran Sosial Mahasiswa

Sejalan dengan visi lingkungan yang inklusif, rangkaian acara Raja Brawijaya juga menobatkan Candrasena Ambassador. Puncak penganugerahan ini melahirkan nama-nama mahasiswa inspiratif, yakni Syarieffuddin Fadlela sebagai Winner, Naurah Aqilah Maylaf Amal sebagai Favorite, Raisya Ramadhani Achmad sebagai Intelligent, dan Rashida Aura Prabawati sebagai Impactful.

Kehadiran Candrasena Ambassador bukan sekadar simbolis, melainkan memikul tanggung jawab untuk mengedukasi isu-isu krusial. Para peserta menyoroti pentingnya menerapkan prinsip "no one left behind", terutama dalam menangani isu kekerasan seksual yang masih marak terjadi di lingkungan kampus. Mereka juga menekankan bahwa kesehatan mental dipengaruhi oleh tekanan akademik maupun lingkungan kampus, sehingga kampus perlu menjadi ruang yang inklusif, aman, dan nyaman.

Di era digital, peserta menilai bahwa literasi digital menjadi hal yang penting di tengah perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan bahaya deepfake. Candrasena Ambassador melihat media sosial sebagai ruang strategis untuk memberikan edukasi dan menyebarkan awareness mengenai isu sosial. Komitmen terhadap isu sosial melalui peran Candrasena Ambassador ini diwujudkan sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.