BUKTIKAN AKSI NYATA, ANSOR SIDOARJO MINTA PAN TAK SEKADAR JUAL NARASI "PARTAI ANAK NAHDLIYIN"

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Ketua Ansor Sidoarjo Sentil Klaim PAN "Partai Anak Nahdliyin", Pertanyakan Transparansi Relokasi Pendamping Desa
SIDOARJO (pojoktv.com) -I su keterlibatan politik dalam tata kelola tenaga pendamping desa memicu reaksi keras dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Sidoarjo. Isu ini mencuat di tengah gundahnya narasi Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengklaim diri sebagai "Partai Anak Nahdliyin".
Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Choirul Mu’minin, menyatakan bahwa klaim kedekatan politik adalah hal wajar. Namun, ia mengingatkan agar PAN tidak menjadikan warga Nahdliyin sekadar komoditas suara menjelang kontestasi politik.
"Nahdliyin bukan sekadar suara yang dicari saat pemilu, melainkan masyarakat yang setiap hari ikut membangun bangsa. Kalau mengklaim sebagai 'Partai Anak Nahdliyin', tentu harus dibuktikan dengan keberpihakan dan kerja nyata," ujar Choirul.
Ujian nyata dari keberpihakan tersebut, menurut Choirul, salah satunya terlihat dari bagaimana kebijakan publik dikelola. Ia menyoroti tajam praktik relokasi pendamping desa yang dinilai rawan ditumpangi kepentingan politik luar.
Mengingat peran strategis pendamping desa dalam mengawal dana dan pembangunan tingkat tapak, Ansor Sidoarjo menuntut agar setiap kebijakan mutasi atau relokasi mengedepankan prinsip profesionalisme. Kinerja, kompetensi, serta kebutuhan lapangan harus menjadi tolok ukur utama, bukan kedekatan politik.
Ia juga menegaskan pentingnya akuntabilitas publik jika relokasi dilakukan atas dalih evaluasi. Indikator dan mekanisme penilaian harus dibuka secara terang agar tidak memicu ketidakadilan bagi para kader muda NU yang bertugas di lapangan.
"Pendamping desa bekerja langsung di tengah masyarakat. Kebijakan relokasi harus objektif, transparan, dan tidak boleh meninggalkan rasa ketidakadilan," pungkasnya.

