SEORANG PELAJAR SLTP MENJADI KORBAN PENIPUAN DIAKUN TIKTOK

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
POJOKTV.COM- Saking kepinginnya membeli sepeda ontel untuk Sekolah dan rela memecah celenganyanya ,Seorang pelajar kelas III SMP berinisial S, warga Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, menjadi korban penipuan saat membeli sepeda ontel melalui akun TikTok @jualonthelmurahamanah.
Korban mentransfer sekitar Rp 1,2 juta, namun hingga kini sepeda maupun nomor resi pengiriman belum diterima.
Peristiwa itu bermula pada Kamis (16/7/2026) saat korban melihat unggahan penjualan sepeda ontel seharga Rp 700.000 di akun TikTok tersebut. Karena sudah lama ingin memiliki sepeda, korban kemudian memesan dan mulai melakukan pembayaran menggunakan uang tabungan yang selama ini dikumpulkannya sendiri.
ILilis,ibu korban ketika dikonfirmasi 22/07/2026 mengatakan/ anaknya mencicil pembayaran sebanyak tiga kali hingga total Rp 800.000. Setelah uang ditransfer, terduga penjual tidak mengirimkan nomor resi pengiriman, tetapi justru meminta tambahan uang dengan berbagai alasan.
"Anak saya memang ingin punya sepeda. Uangnya berasal dari tabungannya sendiri yang sudah lama dikumpulkan," kata Lilis.
Menurut Lilis, permintaan tambahan uang diawali dengan alasan biaya pengiriman, kemudian biaya pengamanan. Karena khawatir anaknya terus ditekan, ia mengambil alih komunikasi dengan terduga pelaku dan kembali mentransfer uang sebanyak tiga kali dengan total Rp 400.000.
"Awalnya katanya untuk ongkir. Setelah itu minta lagi untuk biaya pengamanan. Resinya tidak pernah dikirim, tetapi selalu meminta tambahan uang," ujarnya.
Lilis mengatakan setiap kali meminta bukti pengiriman, terduga pelaku hanya memintanya bersabar. Bahkan, pelaku sempat berjanji tidak akan meminta uang lagi dan akan mengembalikan lima kali lipat jika kembali meminta transfer. Namun, terduga pelaku kembali meminta uang tanpa memberikan alasan yang jelas.
Selain meminta uang tambahan, terduga pelaku juga mengancam akan menyebarkan video wajah anaknya. Video tersebut sebelumnya diminta sebagai bukti bahwa korban benar-benar berminat membeli sepeda.
"Barang belum datang, resinya juga tidak dikirim, tetapi dia terus meminta tambahan uang. Ini namanya pemerasan," kata Lilis.
Lilis menyebut terduga pelaku mengaku berasal dari Yogyakarta, tetapi tidak pernah memperkenalkan identitasnya. Seluruh komunikasi berlangsung melalui nomor telepon dan akun TikTok @jualonthelmurahamanah
Hingga kini, sepeda yang dijanjikan belum diterima dan nomor resi pengiriman belum pernah diberikan. Total uang yang telah ditransfer korban dan ibunya mencapai sekitar Rp 1,2 juta. Kasus dugaan penipuan tersebut belum mendapat penyelesaian dari pihak terduga penjual.

