PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

SEMPAT HILANG 3 HARI DI HUTAN SEMERU, DUA PENDAKI ASAL MALANG DITEMUKAN SELAMAT USAI KEHABISAN AIR

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Iwan SaidJumat, 28 Agustus 2026 | 03:51 WIB141 kali dibaca

Dua Pendaki Semeru Selamat Dipertemukan Dengan Orang Tuanya

MALANG (POJOKTV.COM) — Dua pemuda asal Kepanjen, Kabupaten Malang, yang sempat dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Semeru melalui jalur ilegal Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Yanuar (19) dan Dwi (25) memilih menyerahkan diri kepada petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di kawasan Ranu Gumbolo, Lumajang.

​Peristiwa ini bermula ketika keduanya berangkat pada Senin lalu menggunakan sepeda motor. Kepada orang tuanya, mereka mengaku akan mendaki melalui jalur resmi Poncokusumo. Namun, tergiur konten di media sosial TikTok, mereka nekat menerobos jalur tidak resmi di wilayah Limpak yang dikenal memiliki medan sangat berbahaya.

​"Awalnya kami lihat di TikTok ada jalur itu, lalu tertarik mencoba meskipun tahu medannya berbahaya," ungkap Yanuar saat ditemui setelah dievakuasi.

​Keputusan nekat tersebut berbuah petaka. Perbekalan yang sejatinya hanya disiapkan hingga hari Selasa membengkak hingga mereka harus bertahan hidup selama 2 hari 3 malam di tengah rimba tanpa membawa tenda.

​Demi bertahan hidup, mereka terpaksa menghemat pasokan makanan dan air minum hingga akhirnya kehabisan total. Setelah berada di dalam hutan dan tak sanggup melanjutkan perjalanan, keduanya memutuskan keluar ke kawasan konservasi dan menyerahkan diri kepada petugas TNBTS. Saat ditemukan, mereka mengaku sudah tidak mendapat asupan air minum selama lebih dari 6 jam.

​Petugas TNBTS yang menerima kedua pendaki langsung berkoordinasi dengan Polsek Poncokusumo. Personel kepolisian kemudian menjemput mereka di batas wilayah untuk selanjutnya diantarkan ke Polres Malang.

​Kapolsek Poncokusumo, AKP Iman Teguh Sugiharto, membenarkan penanganan evakuasi kedua pemuda tersebut hingga akhirnya berhasil dipertemukan kembali dengan keluarga.

​"Mereka berangkat hari Senin naik sepeda motor lewat jalur ilegal, padahal izin ke orang tuanya lewat Poncokusumo. Mereka bertahan di dalam hutan 3 malam 2 hari dan sampai di Ranu Gumbolo setelah menyerahkan diri ke petugas. Saat diserahkan ke Polsek, kondisi mereka sudah enam jam tidak minum," jelas AKP Iman Teguh Sugiharto.

​Isak tangis haru dan rasa syukur menyelimuti pertemuan kedua pendaki dengan orang tua masing-masing di Polres Malang. Pihak keluarga menyadari betapa beruntungnya anak-anak mereka dapat kembali dengan selamat, mengingat kawasan jalur ilegal Semeru sering kali memakan korban jiwa.

​Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pendaki agar tidak tergiur konten viral di media sosial dan selalu mematuhi prosedur pendakian resmi demi keselamatan jiwa.