SELAMATKAN POTENSI RUGI NEGARA RP36 M, CAK YEBE DORONG SATPOL PP SURABAYA GENCAR RAZIA ROKOK ILEGAL

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

SURABAYA (pojoktv.com) – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, memberikan apresiasi atas langkah tegas Kantor Bea Cukai bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang memusnahkan 43,248 juta batang rokok ilegal senilai Rp64,2 miliar. Kendati demikian, politisi yang akrab disapa Cak Yebe ini menyoroti perlunya pengawasan berkelanjutan hingga ke tingkat bawah.
"Pemusnahan ini menunjukkan kerja bersama antara pemerintah, Bea Cukai, dan aparat dalam menjaga penerimaan negara sekaligus melindungi masyarakat. Namun, setelah pemusnahan ini, pengawasan di lapangan harus terus diperkuat agar peredarannya bisa ditekan," ujar Yona di Gedung DPRD Kota Surabaya, Rabu (26/8/2026).
Cak Yebe—yang tengah menempuh studi doktoral Ilmu Hukum di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya—menguraikan bahwa aksi penindakan tersebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian penerimaan negara yang mencapai Rp36 miliar. Dana cukai dan pajak rokok tersebut dinilai sangat krusial untuk membiayai berbagai program pelayanan publik serta pembangunan daerah.
Guna mempersempit ruang gerak produk tanpa pita cukai tersebut, Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya untuk mengintensifkan razia lapangan. Ia menekankan agar setiap operasi penertiban dilakukan dengan cara-cara yang santun.
"Satpol PP perlu meningkatkan giat operasi rokok ilegal. Namun, pelaksanaannya tetap harus mengedepankan sisi humanis, tanpa kekerasan dan tidak bertindak kasar. Penegakan aturan wajib tegas, tetapi penyampaiannya tetap menghormati masyarakat," tegasnya.
Selain jajaran penegak hukum, Cak Yebe mengajak partisipasi aktif dari warga kota. Menurutnya, sosialisasi mengenai ciri-ciri rokok ilegal perlu dimaksimalkan hingga ke tingkat RT, RW, dan kelurahan agar pedagang kecil maupun konsumen paham dampak hukum dan ekonomi dari barang haram tersebut.
"Edukasi harus masuk sampai tingkat bawah. Pedagang dan masyarakat perlu tahu cara membedakan rokok legal dan ilegal. Ketika pengawasan kuat, masyarakat teredukasi, dan aparat bergerak cepat, ruang peredaran rokok ilegal akan semakin sempit," pungkasnya.

