Sekolah Ramah Atlet: SDIT Permata Surabaya Buktikan Akademik dan Olahraga Bisa Sejalan

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
SURABAYA,(PojokTv.com)-Menyeimbangkan pendidikan akademik dan pembinaan prestasi olahraga sejak usia dini kerap menjadi tantangan besar bagi orang tua maupun atlet muda. Menjawab tantangan tersebut, SDIT Permata Surabaya berkomitmen menerapkan konsep sports-friendly school atau sekolah ramah atlet guna memastikan pengembangan potensi siswa berjalan seimbang tanpa mengorbankan materi pelajaran.
Dukungan nyata ini dibuktikan melalui keluwesan sistem pembelajaran bagi para siswa yang menekuni bidang olahraga. Pihak sekolah memberikan dispensasi resmi untuk pemusatan latihan maupun kejuaraan, penyusunan tugas dan ujian susulan, hingga pendampingan materi secara personal oleh guru pendamping.
Kepala SDIT Permata Surabaya, Rina Widya Tantri, S.Sos. I., Gr., menegaskan bahwa sekolah yang berlokasi di Jalan Cacat Veteran Nomor 41, Pakal, Surabaya ini berfokus mendampingi perkembangan potensi anak secara utuh.
"Kami juga menyediakan ruang khusus penghargaan di lingkungan sekolah, agar pencapaian para siswa dapat memotivasi murid lain untuk berani mengejar minat dan potensinya masing-masing," ujar Rina.
Hasil dari ekosistem yang mendukung ini terlihat dari deretan prestasi nasional hingga internasional yang diraih para siswanya:
- Loncat Indah: M. Hafiz Dhiaurrahman (8 tahun) menyabet satu medali perak dan satu perunggu pada ajang Pari Sakti Diving International Competition 2026. Hafiz kini tengah bersiap menghadapi Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2026 pada 10–13 November mendatang di GBK Jakarta.
- Renang: Muhammad Arsya Airlangga dan Bumi Putra Wibowo merengkuh juara pertama dan kedua pada Vaquita Fun Swimming Championship 2026.
- Taekwondo: Azril Rahandika Al Fariq serta Raziq El Muaz Herdianto sukses meraih gelar juara pertama pada Kejurprov Taekwondo Indonesia Piala Gubernur Jatim Antarpelajar 2026.
- Karate & Non-Olahraga: Hadhira Labibah dan Ibrahim El Abrar Khadafi berprestasi di International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament VI Kemenpora RI Cup. Sementara di bidang non-olahraga, capaian diraih Nadhira Labibah (Tahfiz Al-Qur’an Jatim), Calya Habibah Burairah (Islamic Youth Regional 2), serta Muhammad Afsarul Malik Arrafif (Brick Mission Independence Challenge).
Guru Olahraga SDIT Permata Surabaya, Didik Erianto, menambahkan bahwa sinergi ketat antara sekolah, orang tua, dan pelatih menjadi kunci utama skema pembinaan ini.
Bagi SDIT Permata Surabaya, raihan medali merupakan bonus dari proses panjang. Tujuan utamanya tetap fokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan manajemen waktu, serta penyediaan fondasi pendidikan yang kokoh bagi masa depan para siswa.

