Realisasi Investasi Sidoarjo Tembus Rp 7,7 Triliun, Pemkab Optimistis Kejar Target Rp 15,7 Triliun

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

SIDOARJO,(PojokTv.com)– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat iklim investasi daerah. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo, realisasi investasi di Kota Delta telah menembus angka Rp 7,7 triliun hingga triwulan II. Capaian ini memenuhi sekitar 49,51 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 15,7 triliun.
Tercatat sebanyak 1.393 pelaku usaha skala menengah dan besar telah menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada periode tersebut. Angka penyerapan modal yang positif ini menegaskan daya tarik Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu hub industri, manufaktur, dan logistik utama di Jawa Timur.
Sektor perumahan, kawasan industri, serta perkantoran menjadi penyumbang terbesar dengan nilai kontribusi mencapai lebih dari Rp 1,08 triliun. Posisi ini disusul oleh sektor perdagangan dan reparasi yang menyumbang sekitar Rp 577,8 miliar, serta dorongan kuat dari proyek-proyek konstruksi skala besar yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan.
Strategi Kemudahan Perizinan dan Pelayanan Jemput Bola
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya. Pemkab Sidoarjo menerapkan pengawalan ketat dan pemantauan rutin untuk meminimalisasi kendala perizinan maupun hambatan teknis di lapangan.
"Kami terus memantau dinamika dan kendala yang dihadapi para pelaku usaha di lapangan. Pendampingan dilakukan secara intensif dari tahap pengajuan izin hingga operasional perusahaan berjalan lancar," ujar Subandi.
Selain menyasar investor kelas atas, Pemkab Sidoarjo juga menggencarkan program pelayanan jemput bola terpadu bagi pelaku usaha mikro dan kecil di tingkat kecamatan hingga desa. Pendampingan ini mencakup pengurusan perizinan dasar berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi PIRT, sertifikasi halal, pendaftaran merek dagang, hingga aksesibilitas pembiayaan perbankan.
Langkah kolaboratif ini tidak hanya mempercepat legalitas usaha warga lokal, tetapi juga memperkuat rantai pasok (supply chain) industri skala besar yang beroperasi di wilayah Sidoarjo, sehingga dampak pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Daya tarik investasi Sidoarjo kian menguat seiring terselenggaranya berbagai ajang promosi investasi dan ekspansi kawasan. Kawasan industri terpadu seperti SAFE 'n' LOCK Sidoarjo baru-baru ini berhasil mengantongi komitmen investasi baru senilai Rp 2,3 triliun dari enam perusahaan multi-sektor.
Langkah eksplorasi potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan dukungan terhadap pengembangan ekosistem industri halal menjadi faktor penggerak masuknya modal baru tersebut. Masuknya investasi pada kawasan industri manufaktur dan logistik ini diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat sekaligus menekan angka pengangguran terbuka.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun turut mengapresiasi tingginya minat penanaman modal di Sidoarjo. Sebagai salah satu daerah penyangga utama perekonomian Jawa Timur, iklim investasi Sidoarjo yang sehat dinilai harus terus didukung oleh ekosistem kondusif dan regulasi yang ramah investor.
Konektivitas Infrastruktur Menjadi Keunggulan Komparatif
Selain kemudahan prosedur administrasi, keunggulan komparatif Kabupaten Sidoarjo terletak pada kesiapan infrastruktur dan konektivitas geostrategis. Berada di jalur utama koridor industri Jawa Timur, Sidoarjo terhubung langsung dengan Bandara Internasional Juanda, jaringan jalan tol Trans-Jawa, serta akses cepat menuju Pelabuhan Tanjung Perak.
Kondisi geostrategis ini memberikan efisiensi tinggi bagi pergerakan barang dan efisiensi rantai pasok. Faktor infrastruktur inilah yang menjadikan Sidoarjo tetap menjadi destinasi favorit bagi para pelaku usaha manufaktur, pergudangan, dan distribusi skala nasional maupun internasional.
Guna memastikan efektivitas penyerapan tenaga kerja lokal, Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Tenaga Kerja juga mengintensifkan program pelatihan vokasi dan sertifikasi keahlian yang diselaraskan dengan kebutuhan riil sektor industri penanam modal.
Optimisme Paruh Kedua Tahun dan Tantangan Tata Ruang
Kepala DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo, Beny Erlangga, menyatakan optimistis bahwa pergerakan ekonomi di triwulan III dan IV akan melaju lebih kencang. Memasuki paruh kedua tahun, sejumlah proyek konstruksi yang masuk pada periode sebelumnya kini mulai bertransisi ke tahap operasional penuh secara komersial.
"Kami optimistis target sebesar Rp 15,7 triliun di akhir tahun dapat tercapai. Transisi dari tahap pembangunan ke fase operasional penuh akan mendorong pembukuan realisasi modal tercatat dengan lebih maksimal," ungkap Beny Erlangga.
Kendati demikian, pihak DPMPTSP mengakui masih ada tantangan eksternal yang dihadapi, seperti penyelarasan regulasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) serta kebijakan pemanfaatan tanah berkelanjutan dari pemerintah pusat. Pemkab Sidoarjo terus berkoordinasi aktif dengan kementerian terkait guna memberikan kepastian tata ruang bagi para calon investor baru tanpa mengesampingkan aspek ketahanan pangan daerah.
Dengan fondasi infrastruktur yang kokoh, aksesibilitas logistik yang strategis, kepemimpinan daerah yang responsif, serta kemudahan perizinan terpadu, Sidoarjo berada di jalur yang tepat untuk melampaui target investasi daerah dan memperkuat posisinya sebagai motor pendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

