Penertiban Bangunan Liar di Frontage Road Waru–Gedangan, Satpol PP Sidoarjo Ratakan PKL dengan Alat Berat
Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

SIDOARJO,(PojokTv.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar penertiban besar-besaran terhadap pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar di sepanjang jalur frontage road, mulai perbatasan Kota Surabaya hingga Gedangan, Selasa pagi.
Aksi pembongkaran yang berdekatan dengan rel kereta api ini melibatkan petugas gabungan dari TNI, Polri, serta PT KAI Daops 8 Surabaya. Jalannya penertiban turut disaksikan langsung oleh Asisten 2 Pemkab Sidoarjo, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono, dan anggota Komisi A DPRD Sidoarjo Deny Haryanto.
Pembongkaran paksa dilakukan menggunakan alat berat lantaran sebagian pemilik bangunan tak kunjung membongkar lapaknya secara mandiri meski telah diberi sosialisasi dan imbauan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, Yany Setyawan, menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi mengembalikan fungsi utama frontage road sebagai jalur lalu lintas dan menunjang kelancaran akses kendaraan.
“Penertiban pada pagi hari ini adalah untuk penunjang kelancaran lalu lintas pasca dibangunnya frontage,” ujar Yany di lokasi penertiban.
Ia menegaskan, keberadaan bangunan liar dan parkir liar di sepanjang jalan tersebut sangat mengganggu keteraturan kawasan. Bahkan, kerap memicu pengendara bertindak nekat melanggar arus lalu lintas akibat ruang jalan yang menyempit.
“Badan jalan yang seharusnya untuk jalan, digunakan untuk kegiatan lain selain fungsi lalu lintas,” tegasnya.
Berdasarkan data di lapangan, kawasan frontage road Waru awalnya mencatat lebih dari 20 unit bangunan liar. Sebagian besar pemilik telah membongkar sendiri lapak mereka usai pendekatan persuasif dan sosialisasi secara bertahap. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, masih ada delapan bangunan yang bertahan.
Untuk meratakan delapan bangunan tersisa, Satpol PP Sidoarjo mengerahkan sedikitnya 300 personel gabungan. Operasi pembersihan ini didukung enam unit kendaraan angkut, satu unit ekskavator, dan satu unit truk tangki air untuk pembasahan debu material.
Saat ini, seluruh bangunan liar di segmen tersebut telah rata dengan tanah dan sisa material telah dibersihkan dari area jalan. Penertiban bertahap ini ditargetkan terus berlanjut hingga frontage road tersambung penuh ke arah Gedangan, sehingga pengendara dapat melintas dengan aman, nyaman, dan tertib.

