PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

​PEMKAB SIDOARJO OPTIMALKAN ANGGARAN PIWK UNTUK REKONDISI JALAN RUSAK DAN RESPON CEPAT KELUHAN WARGA

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto Primadi•Selasa, 3 November 2026 | 12:04 WIB•88 kali dibaca

SIDOARJO (PojokTv.com)— Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya memotong alur birokrasi penanganan infrastruktur di tingkat tapak. Melalui optimalisasi skema Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK), Pemkab Sidoarjo menginstruksikan seluruh jajaran camat untuk mengambil langkah taktis dalam merespons aduan warga, terutama terkait perbaikan jalan berlubang, pemeliharaan drainase lingkungan, hingga penataan fasilitas publik tanpa harus menunggu eksekusi dari dinas teknis pusat.

​Langkah percepatan ini ditempuh agar kerusakan skala ringan hingga sedang di kawasan pemukiman maupun jalan penghubung antar-desa dapat ditangani secara presisi. Dengan pendelegasian wewenang dan anggaran langsung ke tingkat kecamatan, efisiensi waktu tanggap (response time) terhadap keluhan masyarakat dapat dipangkas secara signifikan.

​Bupati Subandi Tekankan Eksekusi Cepat dan Ketepatan Sasaran

​Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa skema PIWK merupakan bentuk komitmen pemkab dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif, adaptif, dan menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Pihaknya tidak menginginkan adanya laporan jalan berlubang atau saluran mampet yang dibiarkan berlarut-larut hanya karena persoalan administratif.

​Dalam rapat koordinasi penataan infrastruktur kecamatan, Subandi meminta para camat untuk tidak ragu mengeksekusi anggaran PIWK secara transparan, akuntabel, dan sesuai standar teknis keselamatan.

​"Program PIWK ini adalah instrumen utama kita untuk memangkas jalur birokrasi yang panjang. Jangan sampai ada jalan berlubang di tingkat kecamatan atau pemukiman yang dibiarkan bertengger berbulan-bulan hanya karena menunggu lelang dinas. Camat harus bertindak sebagai manajer wilayah yang peka. Begitu ada laporan warga atau hasil inventarisasi di lapangan, segera turunkan Satgas PIWK untuk melakukan penambalan," tegas Subandi.

​Lebih jauh, Subandi memaparkan bahwa keselamatan pengguna jalan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Lubang sekecil apa pun di jalan raya berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua pada saat musim hujan.

​"Setiap rupiah dari dana PIWK harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Kami meminta para camat turun langsung mengecek kualitas pengerjaannya. Pengawasan di lapangan harus diperketat agar daya tahan perbaikan jalan ini bisa maksimal dan masyarakat merasa aman saat melintas," imbuhnya.

​Sinergi Taktis Kecamatan dan Dinas PU BMSDA

​Pelaksanaan PIWK dirancang untuk saling melengkapi dengan program-program pembangunan berskala besar yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo. Jika Dinas PU BMSDA berfokus pada proyek strategis seperti betonisasi jalan utama, rekonstruksi jembatan, dan pembangunan sistem kendali banjir skala kabupaten, maka skema PIWK hadir sebagai fast response unit di tingkat wilayah.

​Kepala Dinas PU BMSDA Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Mahmud, menyampaikan bahwa pembagian wewenang melalui PIWK sangat membantu efektivitas pemeliharaan jaringan jalan daerah secara keseluruhan.

​"Skema PIWK ini sangat strategis karena memperjelas pembagian peran di lapangan. Jalur-jalur arteri dan kolektor utama kabupaten tetap berada dalam ranah penanganan dinas teknis, sementara ruas-ruas jalan poros desa dan lingkungan dapat ditangani secara cepat oleh pihak kecamatan melalui dana PIWK.

"Kami di dinas teknis juga terus memberikan pendampingan serta standar operasional prosedur teknis penambalan agar hasilnya presisi," jelas Muhammad Mahmud.

​Respon dan Eksekusi Lapangan di Berbagai Kecamatan Keberhasilan skema PIWK di tingkat tapak sangat bergantung pada kepekaan dan kecepatan jajaran pimpinan kecamatan dalam memetakan kebutuhan wilayahnya.

​Camat Sidoarjo, M. Aziz Muslim, mengungkapkan bahwa skema PIWK sangat efektif membantu penanganan cepat infrastruktur lingkungan di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Sementara itu, Camat Gedangan, Ineke Dwi Setiawati, menyoroti pentingnya keterpaduan penanganan jalan berlubang dengan perbaikan drainase lingkungan di kawasan penyangga industri agar kualitas penambalan jalan dapat bertahan lama.

​Aksi nyata penanganan cepat infrastruktur juga ditunjukkan di wilayah barat Sidoarjo. Camat Krian, Kusdianto, menyampaikan bahwa pihak kecamatan langsung merespons kebutuhan perbaikan jalan di kawasan pemukiman padat.

​"Hari ini kita melaksanakan pengerjaan program PIWK perbaikan jalan untuk Kecamatan Krian, tepatnya di ruas Jalan Majerisari Krian sepanjang sekitar 660 meter. Pelaksanaan di lapangan kita lakukan bersama-sama dengan jajaran Kelurahan Krian, pengurus RW, hingga para ketua RT," jelas Kusdianto.

​Kusdianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen pimpinan daerah. Menurutnya, skema PIWK yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo sangat efektif menjawab persoalan infrastruktur jalan maupun saluran secara cepat dan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Pihaknya berharap program unggulan ini senantiasa dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

​Pelaksanaan perbaikan jalan melalui skema PIWK di Kecamatan Krian mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Para ketua RT dan pengurus RW di Kelurahan Krian menyampaikan apresiasi dan terima kasih secara langsung atas kepekaan Camat Krian beserta jajaran yang merespons cepat aduan masyarakat.

​Perwakilan warga RT 01 dan RT 03 RW 01 Kelurahan Krian mengaku sangat terbantu dengan adanya perbaikan dan pengaspalan jalan yang terealisasi secara sigap. Mereka menilai bahwa program perbaikan infrastruktur dari Pemkab Sidoarjo ini benar-benar memberikan dampak nyata serta menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat di tingkat tapak.

​

Fokus Cakupan Pengerjaan PIWK di 18 Kecamatan.Secara teknis, alokasi anggaran PIWK yang disebar ke 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo mencakup beberapa pos pengerjaan infrastruktur berskala lokal, antara lain:

Memperbaiki titik-titik lubang pada badan jalan poros desa dan akses pemukiman guna mencegah kecelakaan lalu lintas.

​Normalisasi Saluran & Drainase: Pengurasan sedimen lumpur, pembersihan sampah, dan perbaikan pasangan batu pada saluran pembuangan kecil untuk mencegah luapan air ke jalan.

​Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU): Perbaikan jaringan dan penggantian lampu PJU yang padam di koridor jalan kecamatan guna menjaga keamanan malam hari.

Pemangkasan pohon yang membahayakan kabel listrik atau merintangi pandangan pengendara, serta pembersihan gulma di bahu jalan.

​Optimasi anggaran PIWK terbukti memberikan dampak positif langsung pada kelancaran aktivitas roda perekonomian warga Sidoarjo. Akses jalan pemukiman dan desa yang mulus memudahkan mobilitas para pedagang kecil, pekerja pabrik, serta jalur distribusi hasil pertanian dan perikanan lokal.

​Pemerintah Kabupaten Sidoarjo optimistis, melalui penguatan skema PIWK yang terintegrasi dengan pengawasan ketat dari Bupati, pendampingan teknis dari Dinas PU BMSDA, serta keaktifan para camat, pemerataan kualitas infrastruktur dapat terwujud hingga ke pelosok desa secara berkelanjutan.