PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

PEMKAB SIDOARJO KEBUT BETONISASI 8 RUAS JALAN UTAMA TAHUN 2026 GUNA TINGKATKAN KONEKTIVITAS DAN BEBAS BANJIR

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto Primadi•Selasa, 3 November 2026 | 12:32 WIB•75 kali dibaca

​SIDOARJO,(PojokTv.com)- Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menancapkan gas dalam percepatan pembangunan infrastruktur jaringan jalan di seluruh wilayah kabupaten. Langkah ini diwujudkan melalui komitmen penuh dalam melanjutkan dan menuntaskan proyek betonisasi di delapan ruas jalan strategis. Program prioritas tahun anggaran 2026 ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kualitas kekuatan jaringan jalan antarwilayah, melainkan juga sebagai solusi permanen dalam mengurai titik-titik kemacetan parah serta menuntaskan persoalan genangan air dan banjir tahunan yang kerap merusak badan jalan aspal konvensional.

​Langkah konkret ini diambil secara terukur dengan mempertimbangkan tingginya beban tonase kendaraan yang melintas harian di kawasan industri dan pemukiman Sidoarjo. Peningkatan status struktur jalan dari aspal fleksibel menjadi beton kaku (rigid pavement) dinilai sebagai opsi terbaik untuk efisiensi anggaran pemeliharaan jangka panjang.

​Instruksi Bupati Sidoarjo: Mutu Konstruksi dan Pengawasan Ketat

​Bupati Sidoarjo, Subandi, menekankan bahwa seluruh proyek fisik betonisasi jalan yang tengah berjalan maupun yang akan diselesaikan tahun ini harus memenuhi kualifikasi mutu standar tinggi. Pihaknya tidak menginginkan adanya pekerjaan yang terkesan asal-asalan atau dikerjakan tanpa memperhatikan aspek teknis ketahanan bangunan. Dalam setiap inspeksi mendadak ke lokasi pengerjaan, Subandi mewanti-wanti seluruh kontraktor pelaksana agar bekerja secara profesional, presisi, dan sesuai jadwal (on time).

​"Proyek betonisasi ini adalah komitmen Pemkab Sidoarjo untuk menghadirkan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan. Kita tidak boleh main-main dengan kualitas. Saya sudah tekankan kepada seluruh kontraktor, konsultan pengawas, hingga jajaran dinas terkait, percepatan pengerjaan itu wajib, tapi jangan sampai mengorbankan mutu dan spesifikasi teknis," tegas Subandi.

​Lebih lanjut, Subandi menginstruksikan kepada para camat, kepala desa, serta lurah setempat untuk ikut ambil bagian secara aktif dalam mengawasi jalannya pengerjaan di wilayah masing-masing. Pelibatan aparat wilayah ini dimaksudkan agar pemantauan progres pengerjaan di lapangan berjalan lebih intensif dan akurat.

​"Kalau di lapangan ditemukan adanya keterlambatan progres atau deviasi target yang signifikan, langsung kita tegur keras dan evaluasi kontraktornya. Kita cari solusinya bersama agar pengerjaan tidak molor dan tidak terlalu lama mengganggu arus lalu lintas warga. Sinergi pengawasan dari tingkat dinas sampai ke desa sangat penting agar proyek ini selesai tepat waktu," pungkasnya.

​Dinas PU BMSDA Sidoarjo Integrasikan Betonisasi dengan Drainase Modern

​Di sisi teknis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Mahmud, memaparkan bahwa pengerjaan betonisasi pada delapan ruas jalan prioritas ini dikerjakan secara holistik dan terintegrasi. Konstruksi tidak semata-mata mengandalkan peninggian dan pengecoran badan jalan saja, melainkan juga dibarengi dengan penataan ulang sistem pembuangan air di sepanjang koridor jalan tersebut.

​"Pola pengerjaan betonisasi saat ini kita lakukan secara komprehensif. Artinya, peninggian jalan dengan cor beton kaku diselaraskan dengan pemasangan saluran drainase terpadu menggunakan konstruksi U-ditch di sisi kanan dan kiri jalan. Penataan drainase ini sifatnya wajib dan sangat vital," ujar Muhammad Mahmud.

​Mahmud menjelaskan, daya tahan jalan beton sangat bergantung pada performa sistem pembuangan air di sekitarnya. Tanpa adanya drainase yang memadai, limpasan air hujan dapat menggenangi permukaan jalan atau merusak struktur tanah dasar (subgrade), yang pada akhirnya berpotensi menurunkan kualitas dan umur pakai konstruksi.

​"Fungsi utama U-ditch ini adalah memastikan alirannya lancar menuju saluran pembuangan akhir atau sungai terdekat. Ketika musim hujan tiba, air tidak akan lagi menggenang di badan jalan. Dengan demikian, jalan beton dapat awet sesuai umur rencana dan masyarakat bisa menikmati akses transportasi yang lancar, aman, serta bebas banjir," tambahnya.

​Daftar Ruas Jalan Prioritas Betonisasi

​Adapun delapan ruas jalan utama yang menjadi fokus pengerjaan dan percepatan betonisasi oleh Pemkab Sidoarjo meliputi wilayah-wilayah penyangga ekonomi, kawasan pemukiman padat, serta jalur penghubung antar-kecamatan yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi:

• ​Ruas Jalan Tambak Cemandi – Tambak Oso: Menjadi jalur krusial bagi konektivitas wilayah pesisir serta akses ekonomi warga di sektor perikanan dan perdagangan.

• ​Ruas Jalan Kebonagung – Tambak Kemerakan: Mengurai titik kepadatan lalu lintas harian serta menghubungkan pusat-pusat kegiatan masyarakat.

• ​Ruas Jalan Bluru Kidul (Lingkar Timur) – Sidoklumpuk: Merupakan koridor vital jaringan Lingkar Timur untuk memperlancar arus kendaraan logistik dan industri.

• ​Ruas Jalan Gedangan – Betro: Jalur strategis penghubung ke kawasan pemukiman padat dan akses menuju bandara.

• ​Ruas Jalan Kedungturi – Wage: Akses utama kawasan pemukiman yang sebelumnya sering mengalami kendala genangan air saat curah hujan tinggi.

• ​Ruas Jalan Ngaban – Kedungbanteng (Depan SMPN 2 Tanggulangin): Peningkatan aksesibilitas pendidikan dan fasilitas publik di wilayah Tanggulangin.

• ​Ruas Jalan Banjarsari – Damarsi: Menghubungkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sidoarjo timur.

• ​Ruas Jalan Tarik – Mrican: Memperkuat jalur konektivitas antarwilayah di batas barat Kabupaten Sidoarjo.

​Dampak Positif Bagi Perekonomian dan Mobilitas Warga

​Pemerintah Kabupaten Sidoarjo optimistis bahwa setelah seluruh rangkaian pengerjaan betonisasi dan pembenahan drainase ini rampung sepenuhnya, dampak positifnya akan langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kelancaran konektivitas jalan diharapkan mampu menekan biaya logistik, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong efisiensi waktu tempuh bagi para pekerja maupun pelajar.

​Selain itu, ketahanan infrastruktur jalan beton terhadap cuaca ekstrem juga diproyeksikan akan menghemat alokasi anggaran daerah untuk pemeliharaan rutin, sehingga efisiensi anggaran tersebut kelak dapat dialokasikan kembali pada program-program pembangunan fasilitas publik lainnya di Kabupaten Sidoarjo.