MUSIM KEMARAU PETANI LAMONGAN BERALIH KE TEMBAKAU

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
POJOKTV LAMONGAN - Musim kemarau yang kerap dihindari oleh sebagian besar petani karena ancaman kekeringan, rupanya disambut penuh antusias oleh para petani tembakau. Di saat sumber air mulai berkurang dan menyulitkan perawatan tanaman padi, tanaman tembakau justru tumbuh subur dan menjelma menjadi primadona baru di musim kering.
Pilihan beralih ke komoditas tembakau ini bukan tanpa alasan. Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama para petani dalam menentukan jenis tanaman yang digarap. Jika pada saat panen padi pendapatan petani rata-rata hanya berkisar antara Rp. 7.000 rupiah, kondisi tersebut sangat kontras dengan hasil panen tembakau. Saat panen tembakau tiba, nilai jualnya bisa meroket tajam mencapai Rp 40.000 – Rp 70.000 per kilogramnya.
“Guna mendongkrak perekonomian warga di musim kemarau ini, pihak desa sengaja menyediakan lahan garapan khusus. Lahan ini menjadi fasilitasi agar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para petani tembakau lokal” ujar Ahmad Hidayanto, Plt Kepala Desa Kacangan.
Langkah proaktif yang diambil oleh pihak Desa Kacangan, Kecamatan Modo dalam menyediakan lahan garapan ini disambut sangat baik oleh warga setempat. “ini sangat membantu kami para petani yang tidak memiliki lahan garapan seperti saya. Sehingga kami bisa seperti petani lain ,bisa tanam dan panen tembakau” Kata Siswanto petani tembakau.
Kebijakan strategis ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat desa secara signifikan, serta mendatangkan kesejahteraan yang lebih baik bagi para petani selama musim kemarau berlangsung.

