KERIS NAIK KELAS, ETHNIC INDONESIA RESMIKAN SERTIFIKASI PUSAKA OLEH KURATOR BERSERTIFIKASI BNSP

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
PojokTv.com-Di balik lekuk sebilah keris, tersimpan narasi masa lalu yang sering kali luput dari catatan sejarah. Ada jejak filosofi, nilai budaya, hingga spiritualitas leluhur yang diwariskan lintas generasi. Sayangnya, rantai informasi ini rentan terputus. Banyak cerita di balik pusaka hilang begitu saja karena minimnya dokumentasi yang valid.
Bergerak dari urgensi pelestarian tersebut, Ethnic Indonesia meluncurkan Keris Curatorial & Certification Service. Layanan ini hadir sebagai solusi profesional untuk mengkaji, memverifikasi, dan mendokumentasikan identitas setiap pusaka Nusantara secara ilmiah dan akuntabel.
Bagi Ethnic Indonesia, sertifikasi bukan sekadar urusan administratif di atas kertas. Ini adalah gerakan penyelamatan pengetahuan agar nilai intrinsik sebuah pusaka tetap hidup dan dapat dipahami oleh generasi masa depan.
Putusnya Rantai Informasi Pusaka
Selama berabad-abad, keris berpindah tangan melalui jalur waris maupun perdagangan antar-kolektor. Namun, proses perpindahan ini jarang disertai catatan komprehensif mengenai asal-usul, tangguh (estimasi era), dhapur (bentuk), pamor (pola metalurgi), hingga latar belakang sejarahnya.
Ketika sang pemilik orisinal tiada, keris tersebut sering kali kehilangan 'jiwanya'—menjadi objek visual tanpa cerita. Padahal, esensi tertinggi dari sebilah keris terletak pada narasi dan identitas yang melekat padanya. Melalui proses kuratorial yang ketat, Ethnic Indonesia berupaya merekonstruksi data tersebut agar menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi sang pusaka.
Sinergi Tiga Kurator Bersertifikat BNSP
Objektivitas dan validitas kajian dalam layanan ini dikawal langsung oleh tiga Kurator Keris yang telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP):
- Ilham Triadi: Asesor dan Kurator Keris LSP Perkerisan Indonesia sekaligus Ahli Cagar Budaya, membawa perspektif akademis dan regulasi pelestarian yang kuat.
- Harjo Herlambang: Kurator Keris yang berfokus pada detail identifikasi, autentikasi fisik, dan pembedahan karakteristik material keris.
- KRA Rivo Cahyono: Pendiri Ethnic Indonesia dan Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi, yang selama lebih dari satu dekade konsisten mengedukasi publik mengenai budaya Nusantara.
Kolaborasi tiga pakar ini menjamin hasil kajian yang independen, multidimensi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Investasi Pengetahuan, Bukan Komodifikasi
Ethnic Indonesia menegaskan bahwa sertifikat yang diterbitkan bukan bertujuan untuk mengerek nilai pasar secara semu atau menjadi alat komodifikasi. Sertifikat ini berfungsi murni sebagai aset pengetahuan—sebuah dokumen forensik budaya yang merinci aspek dhapur, pamor, ricikan, hingga anatomi warangka.
Menjadi Penjaga Waktu
Melalui inisiatif ini, Ethnic Indonesia mengajak kolektor, lembaga museum, dan masyarakat luas untuk mulai sadar dokumentasi. Kita semua adalah penjaga sementara dari warisan yang berumur ratusan tahun. Tugas generasi hari ini adalah memastikan bahwa saat pusaka ini berpindah tangan kelak, ceritanya tetap utuh dan martabat budayanya tetap terjaga.

