KEMENTAN PASANG POMPA IRIGASI CEGAH GAGAL PANEN DI LAMONGAN

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
LAMONGAN (pojoktv.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bergerak cepat mengamankan pasokan air sektor pertanian untuk menghadapi ancaman musim kemarau. Pekan ini, Kementerian Pertanian (Kementan) dijadwalkan menyalurkan bantuan sarana irigasi perpompaan dan perpipaan guna memitigasi risiko kekeringan pada lahan pertanian daerah.
Kepastian distribusi bantuan tersebut diperoleh usai peninjauan lapangan oleh Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementan, Hermanto, di Desa Balongwangi dan Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), menegaskan koordinasi lintas jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus dipacu untuk memetakan sisa sumber air yang tersedia. Langkah ini dinilai krusial guna menjamin keberhasilan Musim Tanam Kedua (MT II).
"Memasuki musim kemarau, seluruh OPD di Lamongan telah berkoordinasi untuk memetakan sumber air. Tujuannya agar pada MT II ini tidak ada lahan yang mengalami gagal panen," ujar Pak Yes saat mendampingi Kementan di lokasi peninjauan.
Sebagai salah satu kawasan prioritas penyaluran bantuan di Jawa Timur, efektivitas penyerapan air di Lamongan menjadi perhatian khusus Kementan. Dirjen Lahan dan Irigasi Kementan, Hermanto, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan fisik pada elevasi waduk lokal saat ini berada di batas aman.
Skema Pengamanan & Rencana Aksi Pemkab
Elevasi Air Waduk: Ketinggian air waduk terpantau stabil pada kisaran tiga meter, cukup untuk menyuplai area pertanian terdekat.
Target Prioritas: Distribusi air difokuskan untuk menyelamatkan tanaman padi berusia di atas satu bulan yang diproyeksikan panen pada Juni.
Normalisasi Berkala: Pemkab Lamongan mengimbangi bantuan pusat melalui program pengerukan serta normalisasi waduk dan sungai secara konsisten.
Sinergi permohonan bantuan irigasi dan pemeliharaan infrastruktur air secara mandiri ini diharapkan mampu mempertahankan stabilitas produktivitas komoditas padi Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional.

