PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

JENGUK KORBAN KERACUNAN MBG DI RS SITI HAJAR, KHOFIFAH SEBUT KONDISI PASIEN MEMBAIK DAN DIDUGA AKIBAT KETERLAMBATAN PENGIRIMAN

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto PrimadiKamis, 3 September 2026 | 04:52 WIB122 kali dibaca

SIDOARJO (pojoktv.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Siti Hajar, Sidoarjo, pada Kamis (03/09/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk menjenguk para siswa yang menjadi korban dugaan keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

​Sebagian besar korban yang sempat menjalani perawatan medis merupakan santri dari Pondok Pesantren Manba'ul Hikam (Mahika), Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin.

​Khofifah menjelaskan bahwa total korban yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Hajar tersisa 27 orang. Kondisi para pasien dipastikan telah membaik secara signifikan setelah keluhan mual dan pusing yang dialami dilaporkan mulai mereda.

​"Dari 27 pasien yang saat ini dirawat, sebanyak 24 orang insya Allah sudah diperbolehkan pulang (KRS/Keluar Rumah Sakit) pagi ini. Sementara tiga pasien lainnya masih menunggu observasi dari tim dokter, namun diperkirakan menjelang sore juga sudah bisa kembali ke rumah," ujar Khofifah di lokasi.

​Berdasarkan penelusuran bersama Dinas Kesehatan dan Kantor Kemenag setempat, insiden ini diduga kuat dipicu oleh jeda waktu pengiriman makanan dari SPPG menuju lokasi penerima yang terlampau lama.

​Khofifah membeberkan bahwa dari total 18 unit penerima manfaat yang disuplai oleh SPPG yang sama, mayoritas berada dalam kondisi aman. Makanan yang selesai dimasak pada pukul 05.00 WIB dan dikirim pukul 07.00 WIB terbukti aman dikonsumsi hingga pukul 10.00 WIB. Permasalahan baru muncul pada kelompok penerima yang mendapatkan kiriman makanan sekitar pukul 11.00 WIB dan baru mengonsumsinya pada rentang pukul 12.30 hingga 13.00 WIB.

​Menanggapi kejadian tersebut, Khofifah menegaskan pentingnya pembenahan dan pengawasan ketat di seluruh rantai distribusi. Rekomendasi perbaikan manajemen waktu pengiriman akan segera disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) serta pengelola SPPG setempat agar kasus serupa tidak terulang kembali.