"JANGAN MAIN-MAIN, INI MENYANGKUT NYAWA!", BUPATI MALANG ANCAM PIDANAKAN PENGELOLA MBG NAKAL

Foto: Koordinasi bersama Bupati dalam rangka perketat pengawasan MBG

MALANG (pojoktv.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperketat pengawasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain mengejar jangkauan penerima manfaat, Pemkab Malang menekankan pentingnya kualitas gizi, keamanan pangan, higiene sanitasi, hingga pengelolaan limbah dalam program strategis nasional tersebut.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. saat menghadiri koordinasi dan monitoring MBG bersama Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Alfret Denny Djoike Tuejeh serta tim Kantor Staf Presiden (KSP) RI di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (7/9/2026).
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib, jajaran Forkopimda, DPRD, Sekda, kepala perangkat daerah, camat dari 33 kecamatan, hingga para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Malang.
Dalam laporannya, Sekda Kabupaten Malang selaku Ketua Satgas Percepatan MBG menyampaikan bahwa pelaksanaan program telah menjangkau 627.925 penerima manfaat melalui 258 SPPG yang beroperasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 226 SPPG (87,6 persen) telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Inovasi Pengawasan Digital
Memperkuat sistem kontrol, Pemkab Malang menghadirkan dua portal digital pengawasan:
- lapor-mbg.malangkab.go.id: Kanal pengaduan dan masukan bagi masyarakat.
- sppg.malang.go.id: Portal pelaporan data real-time bagi kepala SPPG mencakup porsi penerima (PAUD–SMA), rincian menu, rantai pasok bahan baku, hingga status sertifikasi.
Satgas MBG juga mewajibkan seluruh SPPG menerapkan SOP ketat, mulai dari pengawasan gizi oleh tenaga ahli, pencantuman batas waktu konsumsi pada food tray, hingga pemeriksaan sampel makanan setiap hari.
Peringatan Keras Bupati Malang
Bupati Malang Sanusi memberi peringatan tegas kepada seluruh pengelola SPPG agar tidak mencari keuntungan pribadi dengan mengorbankan kualitas makanan.
"Jangan buat main-main, ini menyangkut nyawa orang dan kualitas anak bangsa. Jika terjadi keracunan akibat kelalaian, saya tidak segan untuk menuntut secara pidana," tegas Sanusi.
Ia menginstruksikan prosedur test food sebelum penyaluran makanan wajib dilaksanakan guna mengantisipasi risiko potensi keracunan.
Investasi SDM dan Peluang Ekonomi
Menurut Sanusi, MBG bukan sekadar pembagian makanan gratis, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.
"Presiden sangat konsen meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM. Salah satu jalannya lewat pemenuhan gizi agar kecerdasan anak meningkat dan mereka tumbuh menjadi generasi unggul," ujarnya.
Selain fokus pada kesehatan anak, Pemkab Malang tengah merancang inovasi pengelolaan limbah sisa produksi dapur SPPG menjadi produk bernilai ekonomis untuk memberdayakan ekonomi lokal.
Pengawasan Berlapis Tiga Pilar
Pengawasan pelaksanaan MBG dijalankan secara terpadu melibatkan Sekda, Inspektorat, Dinas Kesehatan, 33 camat, serta unsur TNI dan Polri. Melalui sinergi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah pusat, Pemkab Malang berkomitmen menjaga akuntabilitas dan keamanan program demi terwujudnya generasi sehat dan cerdas.

