PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

​Hujan Deras Pemicu Banjir dan Longsor di 6 Kecamatan Kabupaten Malang, Akses Jalan Terputus

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Deni Robi Sasongko•Senin, 2 November 2026 | 11:41 WIB•128 kali dibaca

​MALANG,(PojokTv.com) -Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, sejak Senin (2/11/2026) dini hari, memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah lokasi.

​Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, dampak bencana alam tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Ampelgading, Bantur, Dampit, Pagelaran, Sumbermanjing Wetan, dan Tirtoyudo.

​Peristiwa ini merusak sejumlah fasilitas publik, menyebabkan jembatan ambrol, memutus akses jalan antardesa, hingga merendam puluhan rumah warga.

​Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan, tingginya curah hujan sejak dini hari menjadi penyebab utama meningkatnya debit air sungai dan rapuhnya struktur tanah di area tebing.

​"Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi sejak dini hari menjadi pemicu meningkatnya debit air sungai dan terjadinya longsor di beberapa titik," kata Purwoto dalam keterangannya, Senin.

​Rincian Wilayah Terdampak

​Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, berikut adalah rincian dampak banjir dan longsor di enam kecamatan tersebut:

​1. Kecamatan Ampelgading

Banjir melanda Desa Lebakharjo setelah Sungai Kedungondo meluap sekitar pukul 05.00 WIB. Sebanyak 43 rumah warga di kawasan Krajan 2 terendam air, meliputi RT 21 (10 rumah), RT 22 (9 rumah), RT 26 (19 rumah), RT 27 (4 rumah), dan RT 29 (1 rumah).

​Selain banjir, tanah longsor di Desa Tirtomoyo sempat menutup total akses jalan provinsi. Pengendara dari arah Malang terpaksa dialihkan melalui Desa Purworejo menuju Desa Sidorenggo.

​2. Kecamatan Bantur

Longsor di Desa Sumberbening mengancam jaringan kelistrikan setelah tiang listrik di area tersebut terdampak. Selain itu, tembok penahan jembatan penghubung Desa Pringgondani dan Desa Rejosari ambrol dengan dimensi lebar 4 meter, panjang 4 meter, dan tinggi 6 meter.

​Jalan penghubung Dusun Sumberbendo menuju Sumberwaloh juga ambles sepanjang 25 meter dengan kedalaman 5 meter. Jalan tersebut kini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua secara bergantian.

​3. Kecamatan Dampit dan Sumbermanjing Wetan

Longsor terjadi di Desa Watusuko dan Polaman, Kecamatan Dampit. Longsor di Desa Polaman sempat mengganggu akses utama menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

​Sementara di Sumbermanjing Wetan, dua titik longsor menghantam bahu jalan penghubung Desa Segaran (Gedangan) menuju Desa Ringinsari sepanjang masing-masing 25 meter dengan ketinggian 10 hingga 15 meter.

​4. Kecamatan Pagelaran dan Tirtoyudo

Banjir luapan merendam jalur utama dan jalur alternatif Desa Kademangan, Pagelaran. Genangan air sempat berdampak pada dua unit warung warga.

​Di Kecamatan Tirtoyudo, material longsor menutup separuh badan jalan di Dusun Krajan (Desa Tirtoyudo) serta merusak tebing halaman rumah warga di Desa Purwodadi.

​Langkah Penanganan dan Kondisi Terkini

​Guna mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material, BPBD Kabupaten Malang membagi penanganan ke dalam beberapa tim lapangan serta menerjunkan alat berat excavator dan truk tangki penyemprot air.

​Penanganan dilakukan secara bergotong-royong melibatkan unsur Muspika, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur, PU Nasional, BBWS Brantas, PMI Kabupaten Malang, Tagana, serta warga setempat.

​BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian bencana ini. Sementara untuk total kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

​Hingga Senin siang, kondisi banjir di Desa Lebakharjo, Ampelgading, dilaporkan mulai surut. Akses jalan yang sempat tertutup kini sudah kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat melalui jalur Sonowangi dan Tumpak Bundu.