PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Polres Malang Siagakan 800 Personel

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Iwan Said•Kamis, 5 November 2026 | 10:07 WIB•68 kali dibaca

​MALANG,( PojokTv.com )-Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring perubahan musim, Polres Malang menyiagakan sekitar 800 personel untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana di wilayah Kabupaten Malang.

​Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Penggelaran Personel dalam rangka Menghadapi Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Lapangan Polres Malang, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi terkait dan berbagai elemen untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

​Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, mengatakan bahwa perubahan musim dari kemarau menuju penghujan mulai memunculkan sejumlah potensi bencana. Kondisi tersebut ditandai dengan munculnya angin kencang hingga hujan yang berpotensi menyebabkan kerusakan dan bencana alam.

​"Awalnya kekeringan, sekarang mulai ada angin, kemudian angin kencang, selanjutnya hujan. Sehingga menyebabkan beberapa titik bencana di wilayah Kabupaten Malang," ungkap Rulian.

​Ia menyebutkan, sejumlah wilayah telah mengalami tanah longsor. Selain itu, angin kencang juga mengakibatkan kerusakan pada beberapa rumah warga hingga bangunan sekolah.

​Menurutnya, apel kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya mengecek kekuatan personel sekaligus memastikan seluruh perlengkapan pendukung siap digunakan ketika terjadi bencana.

​Polres Malang juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

​"Kita melaksanakan siaga untuk mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana yang ada. Sehingga apabila terjadi bencana, kita tidak terdadak, termasuk bantuan-bantuan yang sifatnya logistik," jelasnya.

​Dari jajaran Polres Malang sendiri, sekitar 800 personel telah disiapkan untuk mendukung penanganan bencana. Namun, pengerahan kekuatan tersebut tidak dilakukan secara terpusat.

​Pola pengamanan dan kesiapsiagaan diterapkan melalui sistem rayonisasi yang dibagi menjadi empat wilayah, yakni rayon utara, selatan, barat, dan timur.

​Dengan pola tersebut, personel yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian dapat segera diterjunkan untuk melakukan penanganan awal.

​"Rayonisasi ada utara, selatan, barat, dan timur. Jadi, kita ambil personel-personel yang paling dekat dari titik kejadian," pungkasnya.

​Melalui kesiapsiagaan lintas instansi tersebut, penanganan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Malang diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, terutama dalam upaya penyelamatan warga, penanganan dampak kerusakan, serta penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.