PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

​Geger Warga Modong Tulangan, Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Persawahan

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto Primadi•Senin, 19 Oktober 2026 | 10:27 WIB•150 kali dibaca

​

SIDOARJO, (pojoktv.com) – Warga Desa Modong, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di area persawahan belakang SDN Modong pada Senin (19/10/2026) pagi. Saat ditemukan, jasad korban sudah dalam kondisi membusuk hingga kulitnya menghitam.

​Jasad tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh Moch. Arifin, seorang petani yang hendak mencari rumput pakan ternak di sebelah barat lapangan sepak bola Desa Modong.

​Kapolsek Tulangan, AKP Rizki Arif Prabowo, membenarkan temuan tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan dari perangkat desa setempat.

​"Petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan area penemuan," ujar AKP Rizki.

​Teridentifikasi Karyawan Swasta Asal Sidokare

​Tim Identifikasi Polresta Sidoarjo bersama Polsek Tulangan mengevaluasi TKP dan mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara Porong. Dari pencocokan data serta keterangan saksi, korban teridentifikasi bernama Yoyok Muji Hartono (50), seorang karyawan swasta asal Kelurahan Sidokare, Kecamatan Sidoarjo, yang bertempat tinggal di Perumahan Pesona Sentosa Residence, Desa Grinting, Tulangan.

​Identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga, tetangga, dan ketua RT setempat melalui ciri-ciri pakaian terakhir yang dikenakan, yakni kaus putih, celana pendek abu-abu, serta sandal jepit biru bertali merah muda.

​Sebelum ditemukan meninggal, Yoyok dilaporkan hilang oleh istrinya, Aliyah, sejak Minggu (4/10/2026) lalu di Polsek Tulangan.

​Punya Riwayat Stroke dan Hipertensi

​Berdasarkan pemeriksaan awal kepolisian di lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga membeberkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit stroke serta hipertensi dan rutin mengonsumsi obat dari RS Siti Hajar Sidoarjo.

​Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan meminta untuk tidak dilakukan proses autopsi. Meski demikian, kepolisian tetap melengkapi berkas penanganan sesuai prosedur penemuan jasad.