PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pendidikan/Detail Berita

GEDUNG TK DHARMA WANITA KARANGPURI DIBONGKAR DEMI KDKMP, SISWA BELAJAR DI BALAI DESA

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto PrimadiSenin, 24 Agustus 2026 | 06:21 WIB166 kali dibaca

SIDOARJO (pojoktv.com) – Kegiatan belajar mengajar anak-anak TK Dharma Wanita Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, terpaksa dipindahkan ke Balai Desa Karangpuri. Langkah ini diambil setelah gedung sekolah mereka dibongkar untuk memberi jalan bagi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

​Perpindahan lokasi yang berlangsung sejak akhir Desember 2025 ini berdampak langsung pada kenyamanan serta keleluasaan aktivitas para siswa.

Fasilitas Terbatas dan Ruang Belajar Sempit

​Kepala TK Dharma Wanita Karangpuri, Nur Aini, menjelaskan bahwa pihak sekolah terpaksa memanfaatkan fasilitas balai desa—seperti ruang dapur dan ruang ketua BPD—sebagai kelas sementara karena belum tersedianya bangunan pengganti.

Ukuran Ruangan:

Luas area belajar saat ini hanya separuh dari kelas semula, sehingga membatasi pergerakan siswa.

Fasilitas Bermain:

Sejumlah sarana dan alat permainan edukatif tidak dapat dipindahkan, yang mengakibatkan aktivitas fisik dan tumbuh kembang anak tidak dapat berjalan maksimal.

Kondisi Bangunan Lama: Sebelum dikosongkan pada akhir tahun 2025, gedung lama telah mengalami kerusakan parah yang diperburuk oleh pemancangan betonisasi jalan di sekitarnya.

Kritik dan Sorotan Akademisi/LSM

​Proses pembongkaran gedung sekolah ini mendapat tanggapan serius dari Koordinator Center for Participatory Development (CePAD), Kasmuin. Ia menekankan beberapa poin penting mendesak terkait pemenuhan hak pendidikan anak:

Pentingnya Sosialisasi Dini:

Pemerintah desa seharusnya berkoordinasi dan bersosialisasi secara terbuka dengan pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat sebelum membongkar fasilitas publik.

Pemenuhan Hak Anak: Pembangunan infrastruktur seperti KDKMP tidak boleh mengorbankan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, aman, dan nyaman.

Solusi Kongkret: Pemerintah desa didesak segera menyiapkan jaminan dan kejelasan mengenai fasilitas pendukung maupun pembangunan gedung pengganti agar proses belajar tidak terganggu dalam jangka panjang.