PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

DLH KABUPATEN MALANG LUNCURKAN ECO OFFICE, PEGAWAI DIIMBAU BERALIH KE CARPOOLING DAN TUMBLER

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Iwan SaidSenin, 31 Agustus 2026 | 08:18 WIB102 kali dibaca

MALANG (pojoktv.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang resmi meluncurkan program Eco Office di kantornya yang berlokasi di Jalan Nusa Barong, Klojen, Kota Malang, Senin (31/8/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata membangun budaya kerja yang ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan.

​Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, menegaskan bahwa penerapan Eco Office tidak sekadar mengubah tampilan fisik kantor agar terlihat hijau. Menurutnya, fokus utama dari konsep ini terletak pada perubahan perilaku dan budaya kerja sehari-hari para pegawai.

​Guna menekan emisi gas buang dari aktivitas perkantoran, pegawai DLH diimbau untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Mereka didorong untuk saling berbagi kendaraan (carpooling) jika memiliki tujuan searah, atau memanfaatkan sepeda dan berjalan kaki.

​Selain reduksi emisi, pengelolaan sampah mandiri juga diterapkan secara ketat. Langkah yang dilakukan mencakup pemilahan sampah sesuai jenisnya, pengurangan konsumsi kertas, pembatasan plastik sekali pakai, serta kewajiban membawa tumbler pribadi bagi seluruh pegawai.

​Ahmad menyampaikan bahwa penerapan Eco Office di kantor DLH dirancang sebagai pilot project. Diharapkan, konsep ini nantinya dapat direplikasi oleh seluruh perangkat daerah di Kabupaten Malang agar dampak pengurangan emisi dan sampah dapat tercapai dalam skala yang lebih besar.

Soroti Tantangan Pengelolaan Sampah Malang Raya

​Di samping pembenahan internal perkantoran, DLH Kabupaten Malang masih dihadapkan pada tantangan pengolahan sampah skala regional. Rencana pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah Regional (KFPSL) yang melibatkan tiga daerah—Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu—memerlukan penanganan teknis dan kesepakatan sosial yang matang.

​Dengan total volume sampah Kabupaten Malang yang mencapai 1.100 ton per hari, sistem pengiriman tidak dapat ditumpuk pada satu titik melainkan harus dibagi dalam beberapa zona. Pengolahan fasilitas regional ini diproyeksikan membutuhkan pasokan air yang besar serta aksesibilitas armada hingga 400 ritasi per hari.

​Oleh karena itu, penentuan lokasi fasilitas pengolahan sampah dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan masalah lingkungan maupun resistensi sosial di kemudian hari. Kawasan lingkar Kota Malang menjadi salah satu opsi strategis yang terus dikaji bersama antar-pemerintah daerah.

Skema Pembiayaan dan Program Strategis

​Untuk mendukung berbagai program lingkungan, DLH memanfaatkan kombinasi sumber anggaran. Selain APBD untuk rehabilitasi fisik kantor, instrumen lingkungan hidup turut mengandalkan dukungan CSR, donor, hingga sponsor.

​Saat ini, DLH Kabupaten Malang juga tengah menyiapkan program pengolahan sampah senilai 18,5 juta Dolar AS dari hibah donor. Program ini menyasar dua lokasi utama, yakni TPA Paras dan TPA Menyokusumo, yang proses administrasinya sedang berjalan menuju tahap tender di Kementerian Pekerjaan Umum.