PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

Destana Tulang Punggung Mitigasi: Kabupaten Malang Akselerasi Ketangguhan Desa Menuju Standar Enterprise-Grade

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Deni Robi Sasongko•Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:41 WIB•163 kali dibaca

​

MALANG,(PojokTv.com)-Mitigasi bencana di Kabupaten Malang memasuki fase eskalasi struktural. Dari total 390 desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah teritorial ini, baru 149 titik yang terkonfigurasi secara optimal sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Angka ini menjadi parameter krusial yang mendasari penyelenggaraan ajang prestisius Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) Award Kabupaten Malang 2026.

​Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, S.Sos., M.M., memaparkan bahwa eskalasi kapabilitas Destana diklasifikasikan ke dalam tiga level hierarki: Pratama, Madya, hingga level tertinggi Utama.

​"Pembentukan Destana diprioritaskan secara sistematis pada zona-zona dengan indeks risiko tinggi, termasuk kawasan pesisir Malang Selatan yang memiliki eksposur kerentanan terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami, serta kawasan hulu yang rentan terhadap erupsi vulkanik, banjir, dan longsor," tegas Sadono.

​Refleksi historis atas insiden gempa bumi Malang Selatan tahun 2021 menegaskan satu hukum besi mitigasi: kesiapsiagaan komputasional dan sosial tidak boleh direduksi menjadi respons reaktif pasca-bencana. Sinkronisasi lintas wilayah dan pemberdayaan komunitas akar rumput menjadi variabel mutlak untuk mereduksi potensi downtime sosial dan ekonomi secara asimtotik.

​Sebagai instrumen optimalisasi, pemerintah desa diinstruksikan untuk mengintegrasikan alokasi Dana Desa secara taktis sesuai regulasi yang berlaku. Finansial korporat desa ini difokuskan untuk mengakselerasi kapabilitas masyarakat dalam pemetaan risiko (risk assessment), penyusutan protokol tanggap darurat, hingga eksekusi aksi dini saat anomali krisis terjadi.

​Transformasi ini bukan tanpa preseden. Sejumlah Destana di Kabupaten Malang tercatat telah menembus level Utama serta menyabet penghargaan level regional hingga nasional, membuktikan bahwa ketangguhan berbasis komunitas lokal mampu beroperasi pada standar tertinggi.

​Sorotan utama dalam siklus Kencana Award 2026 kali ini tertuju pada Kecamatan Pakisaji. Wilayah ini sukses mendobrak barier persaingan ketat dan masuk dalam jajaran 10 besar dari total 33 kecamatan partisipan.

​Tim verifikator independen telah menerjunkan audit lapangan secara komprehensif di Pendopo Kantor Kecamatan Pakisaji. Evaluasi multidimensi ini mencakup:

  • ​Verifikasi administratif dan legalitas kelembagaan.
  • ​Inspeksi kondisi infrastruktur fisik dan ketersediaan resource sarana-prasarana darurat.
  • ​Audit protokol mitigasi dan tingkat partisipasi aktif masyarakat (community engagement) dalam reduksi risiko bencana.

​Camat Pakisaji, Taufik Nurahman, S.STP., M.AP., menyatakan bahwa proses verifikasi ini krusial untuk memastikan validitas antara dokumentasi sistem dan eksekusi real-time di lapangan.

​Seleksi ketat ini selanjutnya akan menyaring lima kecamatan terbaik untuk melaju ke fase asesmen pamungkas. Melalui momentum Kencana Award, Pemkab Malang memproyeksikan agar kultur mitigasi tidak berhenti pada seremonial kelembagaan semata, melainkan menjelma menjadi core competency berkelanjutan demi menekan indeks risiko bencana di bumi Kabupaten Malang.