PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pendidikan/Detail Berita

Dana Pusat Mampet, Dapur MBG di Lamongan Tutup Lagi! Ribuan Siswa Terpaksa Beli Makan Sendiri

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Farid•Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:50 WIB•112 kali dibaca

​LAMONGAN ( PojokTv com ) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan kembali diterpa kendala serius. Ribuan siswa dari tingkat SD hingga SMP di wilayah Kecamatan Lamongan Kota terpaksa tidak mendapatkan jatah makanan gratis akibat salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berhenti beroperasi sementara.

​Penutupan operasional ini terjadi di Dapur SPPG Sidokumpul. Langkah ekstrem tersebut diambil manajemen dapur karena dana operasional dari pemerintah pusat yang biasanya cair setiap dua minggu sekali tak kunjung turun.

​Idealnya, anggaran cair sebesar Rp190 juta per periode dua pekan untuk menopang kebutuhan bahan baku dan distribusi. Namun, ketiadaan anggaran membuat manajemen dapur kehabisan napas dan memilih menyetop produksi hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

​Pemandangan di Dapur SPPG Sidokumpul pun tampak lengang. Dua unit mobil operasional yang biasa mengangkut ratusan porsi makanan harian kini terparkir menganggur. Mirisnya, insiden mogok produksi akibat krisis anggaran ini bukan yang pertama kali terjadi, melainkan sudah kali kedua sepanjang bulan Oktober 2026.

​Kondisi ini memicu keluhan dari pihak sekolah penerima manfaat. Kepala SMP Negeri 2 Lamongan, Sujarno, membenarkan bahwa pihak dapur telah mengirimkan surat pemberitahuan resmi terkait penghentian sementara pasokan makanan.

​"Alasan penutupan yang disampaikan pihak SPPG memang murni karena tidak ada biaya operasional akibat anggaran dari pusat belum turun," ungkap Sujarno.

​Dampak paling nyata dirasakan langsung oleh para siswa di lapangan. Berlian, salah satu siswi SMP Negeri 2 Lamongan, mengaku terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan makan siangnya.

​"Sejak pasokan MBG terhenti, saya harus bawa uang saku lebih untuk jajan dan beli makan di kantin sekolah," keluh Berlian.

​Hingga saat ini, baik pihak sekolah maupun pengelola dapur belum mendapatkan kepastian resmi mengenai kapan pencairan dana dari pusat akan direalisasikan. Di sisi lain, ribuan murid hanya bisa menunggu kepastian agar jatah makanan bergizi mereka bisa kembali didistribusikan secara normal.