PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Ekonomi/Detail Berita

BERKAH MUSIM KEMARAU: PENJUALAN AIR BERSIH DI SUKODADI LAMONGAN MELONJAK DUA KALI LIPAT

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: HeryKamis, 13 Agustus 2026 | 09:58 WIB123 kali dibaca

LAMONGAN (pojoktv.com) - Memasuki musim kemarau, para pelaku usaha penjualan air bersih di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meraup berkah tersendiri. Di tengah ancaman krisis air yang mulai melanda sejumlah wilayah, permintaan pasokan air bersih justru melonjak hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

​Peningkatan permintaan paling signifikan dirasakan oleh para penyedia air bersih di Desa Menongo dan Desa Balungtawu. Lonjakan aktivitas pengisian air terlihat dari panjangnya antrean kendaraan pengangkut air di lokasi sumber pasokan.

​Jika pada musim hujan rata-rata penjualan hanya berkisar 10 truk tangki per hari, kini pada musim kemarau volume pengiriman melesat tajam menjadi 20 hingga 25 truk tangki per hari.

​Pantauan di Desa Menongo menunjukkan antrean tidak hanya didominasi oleh truk tangki berkapasitas besar. Kendaraan niaga ringan seperti mobil pikap yang mengangkut tandon air juga ikut memadati lokasi demi memenuhi pesanan konsumen.

​Tingginya permintaan ini memuncak seiring menyusut hingga mengeringnya sumur-sumur warga di berbagai kawasan. Kondisi tersebut memaksa masyarakat dan pelaku usaha setempat mengandalkan pasokan air bersih dari distributor komersial.

​"Untuk saat ini, rata-rata sehari bisa menjual 20 sampai 25 truk tangki air. Kalau musim hujan, paling cuma laku 10 truk tangki," ujar Agus, salah satu penjual air bersih di lokasi pengisian.

​Meski permintaan melonjak drastis, para penyedia jasa tetap menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau. Untuk air bersih kapasitas 6.000 liter yang diangkut menggunakan truk tangki, harganya dipatok Rp20.000.

​Para penjual memprediksi tren peningkatan permintaan ini masih akan terus berlanjut, bahkan berpotensi mencapai puncaknya seiring musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.