7 Anggota Satnarkoba Polrestabes Surabaya Digeser Pasca-Cokok 3 Anggota DPRD Dari Gerindra

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
SURABAYA,(PojokTv.com) -Keputusan Polrestabes Surabaya memutasi tujuh personel Satresnarkoba memicu sorotan tajam. Pemindahan tugas yang tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/309/X/KEP/2026 ini bergulir persis setelah tim sukses membongkar pesta narkoba yang melibatkan tiga anggota DPRD Partai Gerindra di sebuah hotel kawasan Ketintang, Surabaya.
Pergeseran jabatan dari tingkat satuan reserse ke lingkup polsek tersebut menyasar jajaran perwira hingga bintara yang terlibat langsung dalam operasi tangkap tangan:
- Iptu Kevin Asshabul Kahfi (Kanit 1) → Kanit Reskrim Polsek Gubeng
- Iptu Aan Dwi Satriyo Yudho (Kasubnit 1 Unit 1) → Ps Kaur Subbagbinkar SDM Polrestabes Surabaya
- Ipda Andri Kiki (Kasubnit) → Ps Kanit Reskrim Polsek Tambaksari
- Aiptu Sri Ismanto & Aiptu Anton Yuniarso → Polsek Tegalsari
- Aipda Rico Pramana → Polsek Tambaksari
- Bripka Rangga Pinileh → Polsek Genteng
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menduga kuat ada campur tangan pihak luar di balik mutasi mendadak tersebut.
"Ini ada potensi memang intervensi. Penangkapan tiga anggota DPRD tersebut kan terpublikasi dan tentu membuat malu," ujar Sugeng, Minggu (1/11/2026).
Sugeng menegaskan, jika penyidik bekerja sesuai prosedur, mutasi ini merusak iklim profesionalisme dan bertentangan dengan komitmen pemberantasan narkoba. IPW pun mendesak Kapolda Jawa Timur mengevaluasi surat telegram tersebut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast enggan berspekulasi dan menyerahkan penjelasan teknis sepenuhnya kepada Polrestabes Surabaya.
Sebelumnya, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menggerebek pesta narkoba di kamar hotel pada Senin (28/9/2026) dini hari. Tiga wakil rakyat yang diamankan yakni ARR (DPRD Situbondo), ADR (DPRD Banyuwangi), dan UAM (DPRD Kabupaten Malang), beserta lima orang lainnya. Polisi menyita sisa sabu, dua butir ekstasi, serta alat hisap. Hasil tes urine mengonfirmasi seluruhnya positif mengonsumsi narkotika.

