PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

​Usung Tajuk ‘Batik Berlayar’, Khofifah Dorong Regenerasi Pembatik Muda di Jawa Timur

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Anto•Jumat, 2 Oktober 2026 | 05:48 WIB•167 kali dibaca

Puncak Hari Batik Nasional 2026: Khofifah Minta Ekosistem Batik Jatim Tembus Pasar Dunia

​SURABAYA,(PojokTV) – Peringatan Hari Batik Nasional 2026 menjadi momentum penting bagi Jawa Timur untuk mendorong industri batik lokal naik kelas. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerukan penguatan ekosistem batik secara menyeluruh guna meningkatkan kesejahteraan para perajin.

​Mengusung tema “Batik Berlayar”, puncak peringatan tahun ini dipusatkan di Dermaga Kapal Taman Prestasi, Surabaya, Jumat (2/10/2026).

​Khofifah menegaskan bahwa mengenakan batik tidak boleh berhenti sebagai sekadar gaya busana. Lebih dari itu, masyarakat diajak untuk memahami filosofi, sejarah, hingga proses rumit di balik pembuatannya.

​“Semangat Batik Berlayar adalah membawa kekayaan budaya kita menjangkau khalayak yang lebih luas. Batik Jatim harus makin dikenal, dicintai, dan memiliki pasar yang kuat agar dampaknya langsung dirasakan oleh perajin,” tegas Khofifah.

​Strategi Penguatan Ekosistem Batik Jatim

​Jawa Timur menyimpan potensi besar dengan ragam motif khas di 38 kabupaten/kota—seperti motif Gajah Oling dari Banyuwangi hingga motif bambu dan tenun daerah. Untuk menjaga keberlanjutannya, Khofifah memaparkan beberapa langkah strategis:

​Edukasi & Generasi Muda: Mengajak anak muda terlibat langsung dalam proses pembuatan, desain, hingga promosi digital.

​Wisata Edukasi: Menjadikan sentra-sentra batik sebagai destinasi wisata interaktif tempat wisatawan dapat belajar membatik secara langsung.

Digitalisasi & Akses Pasar: Memberikan pendampingan UMKM terkait branding, kemasan, dan pemasaran digital.

​Keberpihakan Ekonomi: Mendorong masyarakat untuk aktif membeli dan mengoperasionalkan penggunaan produk batik lokal.

​Sejak diakui UNESCO pada 2009 sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, pelestarian batik dinilai membutuhkan kolaborasi aktif antara pemerintah, komunitas, desainer, dan pelaku pariwisata.

​“Dari Jawa Timur, kita bawa batik berlayar lebih jauh untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia,” tutupnya.