PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

Tolak Koridor 2 Trans Jatim, Ratusan Sopir Angkot Malang Demo hingga Tutup Akses Arjosari

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Iwan Said•Selasa, 29 September 2026 | 10:47 WIB•139 kali dibaca

​MALANG (PojokTV)-Aksi demonstrasi ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang pada Senin (28/9/2026) sempat membuat arus lalu lintas lumpuh. Massa aksi menutup akses Jalan Raden Intan menuju Terminal Arjosari hingga memicu kemacetan panjang.

​Aksi yang digalang oleh Front Aliansi Sopir Angkutan Malang (ASAM) ini dipicu oleh rencana pengoperasian koridor 2 transportasi umum Trans Jatim di wilayah Malang Raya. Para sopir menuntut agar rencana operasional koridor 2 ditunda sebelum persoalan di koridor 1 diselesaikan.

​Arus lalu lintas baru berangsur normal setelah puluhan personel dari Polresta Malang Kota melakukan dialog dengan para sopir untuk memindahkan kendaraan yang memblokir jalan.

​Menanggapi tuntutan massa, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyatakan bahwa seluruh masukan telah dihimpun dan diteruskan ke Dishub Provinsi Jawa Timur.

​"Tuntutannya sudah kami sampaikan ke provinsi sebagai bahan evaluasi, termasuk soal kompensasi atau scraping," ujar Widjaja.

​Widjaja menegaskan, pemerintah tidak mengabaikan nasib para sopir angkot. Pemkot Malang telah meluncurkan program Angkutan Pelajar untuk memberdayakan armada angkot lokal agar tetap beroperasi dan mendapatkan penghasilan tambahan.

​"Lewat program angkutan pelajar, para sopir tetap mendapat pekerjaan dan pemasukan. Saat operasional Trans Jatim koridor 2 berjalan nanti, skema penyerapan ini juga akan diterapkan," jelasnya.

​Terkait tuduhan bahwa koridor 1 Trans Jatim masih bermasalah, Widjaja menepis hal tersebut. Menurutnya, respons masyarakat terhadap hadirnya Trans Jatim sangat baik.

​"Animo masyarakat sangat tinggi dan layanan ini berfungsi dengan baik. Dalam era transisi menuju transportasi publik massal, dinamika seperti ini adalah hal yang wajar," pungkasnya.