PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

Sidak Proyek Frontage Road Buduran, Bupati Sidoarjo Subandi Pastikan Pengerjaan Fisik Dikebut Usai Pembebasan Aset KAI Tuntas

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto Primadi•Kamis, 15 Oktober 2026 | 03:05 WIB•76 kali dibaca

Rumah Dinas PT. KAI di Buduran Berhasil Dirobohkan Untuk Kepentingan Jalur Frountage Road

​SIDOARJO, (PojokTv.com)– Bupati Sidoarjo, Subandi SH. Mkn didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo,Muhamad Mahmud melakukan inspeksi mendadak (sidak) pengerjaan proyek pembangunan frontage road di Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, pada Kamis pagi (15/10/2026).

​Sidak ini dilakukan guna memastikan percepatan konstruksi fisik jalan penyangga tersebut berjalan lancar setelah proses pembebasan lahan di area persimpangan Buduran tuntas dikerjakan.

​Sebelum pengerjaan fisik proyek dipercepat, pembebasan lahan berupa rumah dinas milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di lokasi tersebut sempat berlangsung sangat alot. Negosiasi memakan waktu lantaran pihak PT KAI diduga mengajukan nilai ganti rugi aset yang relatif tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Namun, setelah kesepakatan tercapai dan pembongkaran aset rampung, pengerjaan konstruksi kini langsung dipacu.

​Bupati Subandi menyampaikan optimismenya bahwa pengerjaan fisik frontage road dari segmen Waru hingga Buduran dapat rampung dan tersambung sepenuhnya.

​"Alhamdulillah, hari ini kita tinjau pengerjaan proyek di lapangan. Kita harapkan pengerjaan frontage road ini dari Waru sampai ke Buduran bisa selesai tepat waktu tahun ini. Sinergi antara kontraktor, pengawas, Dinas PU, hingga pemerintah desa setempat terus dijaga agar progresnya optimal," ujar Subandi di lokasi peninjauan, Kamis (15/10/2026).

​Meski pengerjaan di segmen Buduran menunjukkan progres positif, Subandi mengungkapkan bahwa masih terdapat kendala pembebasan lahan di segmen Waru yang hingga kini belum sepenuhnya rampung. Kendala utama di kawasan Waru tersebut berkaitan dengan proses ganti rugi dan legalitas kepemilikan lahan pengganti, termasuk untuk fasilitas makam warga terdampak yang masih tertahan masalah hukum.

​"Untuk segmen Waru, memang masih menyisakan sedikit kendala lahan yang belum tuntas, terutama terkait objek tanah kepemilikan pengganti makam yang masih ada proses hukum. Kita masih menunggu kepastian legalitasnya terlebih dahulu. Namun untuk penataan lahan dari Waru hingga makam Buduran, secara umum sudah disiapkan dan ditargetkan rampung bertahap," ungkap Subandi.

​Selain itu, Bupati Subandi juga mencermati skema rekayasa jalan dan penataan tata ruang di sepanjang sisi timur jalur frontage road. Langkah ini sangat krusial mengingat terdapat titik krusial perlintasan sebidang (JPL) dan persimpangan (crossing) yang berdekatan dengan tempat usaha maupun jalan pemukiman.

​"Sisi timur yang berbatasan dengan jalan kita tata sedemikian rupa agar pandangannya tidak terhalang dan tetap rapi. Seluruh detail teknisnya sudah masuk dalam DED (Detail Engineering Design). Yang terpenting, selama pengerjaan proyek berlangsung, keselamatan serta kenyamanan pengendara dan warga sekitar tetap terjaga," pungkasnya.

​Tersambungnya jalur frontage road Waru–Buduran ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengurai titik kemacetan kronis di sepanjang jalan protokol utama Surabaya–Sidoarjo.