PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Sidoarjo Petakan Titik Rawan Banjir dan Siagakan Pompa Portable

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto Primadi•Jumat, 6 November 2026 | 03:18 WIB•204 kali dibaca

​SIDOARJO,(PojokTv.com -Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Alun-Alun Sidoarjo, Jumat (6/11/2026). Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo Subandi ini melibatkan lintas instansi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang musim hujan yang diprakirakan mulai awal Desember 2026.

​Usai apel, Bupati Subandi bersama Kapolresta Sidoarjo dan Dandim 0816 Sidoarjo melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan sarana dan prasarana. Berbagai perlengkapan disiagakan, mulai dari tenda darurat, dapur umum, mesin pompa air, kendaraan operasional evakuasi, hingga kesiapan tenaga medis dan tim penanggulangan bencana.

​Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, apel ini merupakan agenda tahunan untuk memastikan kesiapan piranti dan koordinasi antarunsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berjalan optimal dalam penanganan darurat secara cepat.

​"Ini agenda tahunan, tentu kita mengharapkan peran Forkopimda berjalan dengan baik. Apabila ada kejadian, bisa diselesaikan dengan cepat, termasuk banjir," ujar Subandi saat diwawancarai usai kegiatan.

​Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah memetakan titik-titik rawan, khususnya kawasan yang berpotensi mengalami genangan dan angin puting beliung yang polanya relatif berulang di lokasi tertentu. Sejumlah langkah antisipasi konkret juga telah diinstruksikan, di antaranya normalisasi sungai di wilayah Tanggulangin, Porong, dan Candi, serta penempatan pompa air di titik-titik rawan banjir perkotaan.

​"Daerah yang perlu diwaspadai, kita sudah perintahkan hari ini seperti Tanggulangin, Porong, Candi untuk normalisasi. Sampai sekarang ini kita teruskan semuanya, pompa-pompa sudah kita siapkan di titik-titik yang selama ini menjadi langganan banjir di daerah kota," tambahnya.

​Terkait isu limpasan atau kawasan delta, Subandi memastikan kondisi wilayah barat yang sempat mengalami penurunan permukaan tanah telah diantisipasi melalui alternatif rekayasa infrastruktur, seperti pembangunan jembatan besar dan normalisasi berkala guna meminimalisasi risiko genangan.

​Fokus Titik Rawan dan Distribusi Pompa Portable

​Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, mengungkapkan bahwa karakteristik wilayah Sidoarjo sebagai daerah penerima kiriman air dari kawasan hulu (Mojokerto/Kalian) memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama jika berbarengan dengan fenomena pasang air laut (rob).

​"Titik terakhir kita adalah di wilayah Candi, Tanggulangin, plus Waru. Karena itu, apalagi misalnya barengan dengan rob, itu akan menjadi titik krusial antisipasi kita di Sidoarjo," jelas Sabino.

​Sebagai langkah antisipasi proaktif, BPBD telah mendistribusikan total 13 unit pompa portable sejak pekan lalu ke sejumlah titik potensial genangan di beberapa kecamatan, meliputi:

  • ​Kecamatan Tanggulangin: 5 desa
  • ​Kecamatan Porong: 2 desa
  • ​Kecamatan Candi: 3 desa
  • ​Kecamatan Waru: 3 desa

​"Artinya, nanti kalau terjadi hujan atau banjir, tinggal diaktifkan, tidak lagi menunggu atau tidak lagi saat sudah banjir baru kita gerak," tegas Sabino.

​Menyinggung soal kawasan sekitar tanggul lumpur, Sabino menyebut pihaknya terus membangun komunikasi intensif dengan PPLS , serta telah menyusun rencana kontinjensi bersama BPLS dan BNPB guna mengantisipasi segala potensi risiko secara terpadu.