PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pendidikan/Detail Berita

RIBUAN MAHASISWA UINSA DUDUKI REKTORAT, TUNTUT REKTOR MUNDUR SEHARI PASCA DILANTIK

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Anto•Rabu, 16 September 2026 | 05:47 WIB•173 kali dibaca

​SURABAYA (pojoktv.com) - Aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berakhir ricuh, Rabu (16/9/2026). Massa merangsek masuk dan menduduki lantai 1 Gedung Rektorat untuk menuntut Rektor Prof. Akh. Muzakki mengundurkan diri, sehari setelah ia dilantik kembali untuk periode kedua (2026–2030).

​Suasana mulai memanas setelah orasi di depan gedung selama satu jam tidak membuahkan hasil. Massa yang terprovokasi kemudian mendobrak pagar pembatas hingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas keamanan. Mahasiswa akhirnya berhasil menembus barikade dan menguasai area lantai 1 gedung.

​"Satu komando, satu tujuan!" seru koordinator aksi secara berulang di tengah kerumunan mahasiswa yang memadati lorong dan ruang kantor.

​Secara bergantian, perwakilan mahasiswa menyampaikan orasi di dalam gedung. Mereka mendesak Prof. Muzakki untuk menemui massa secara langsung. Namun, rektor dilaporkan sedang tidak berada di tempat saat pendudukan terjadi. Massa memilih bertahan di lokasi hingga tuntutan mereka direspons.

​Aksi penolakan ini merupakan puncak ketidakpuasan mahasiswa setelah Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik kembali Muzakki pada Selasa (15/9). Mahasiswa menilai kepemimpinannya pada periode pertama gagal membawa perubahan berarti. Protes serupa sebenarnya pernah digelar pada 15 Juli 2026 lalu.

​Salah satu perwakilan mahasiswa, Micle, menyoroti sejumlah persoalan krusial yang melatarbelakangi aksi ini, mulai dari transparansi anggaran, kejelasan pengadaan jas almamater, hingga lonjakan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

​"Kami menolak Muzakki memimpin kembali karena banyak masalah yang tidak tuntas. Ada kejelasan dana yang dipertanyakan, pengadaan jas almamater yang baru terealisasi separuh, serta biaya UKT yang terlampau mahal. Saya sendiri di FEBI kena Rp7 juta," tegas Micle.

​Senada dengan Micle, Alex, mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), mengeluhkan fasilitas penunjang akademik yang belum mereka terima.

​"Buku penunjang belajar dari fakultas sampai sekarang belum kami dapatkan. Kami berharap pelantikan rektor dibatalkan dan dilakukan pergantian pimpinan," ujar Alex.

​Sebelum menerobos gedung rektorat, massa sempat membakar ban bekas di jalan depan kampus serta menggelar aksi duduk di atas aspal. Beberapa pot bunga di area kampus tampak pecah dan ditumpuk di depan pintu masuk sebagai simbol protes.

​Akibat keterbatasan jumlah personel pengaman, penjagaan kini difokuskan pada pintu-pintu akses samping gedung. Sementara itu, arus lalu lintas di depan kampus mengalami perlambatan akibat penyempitan jalan oleh kerumunan massa, meski kendaraan masih dapat melintas. Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa masih bertahan di dalam gedung rektorat.