Ratusan Guru Madrasah di Lamongan Mogok Kerja dan Gelar Aksi, Buntut Dugaan Penganiayaan Kiai oleh Oknum TNI

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

LAMONGAN,(PojokTv.com)– Gelombang keprihatinan melanda dunia pendidikan di Kabupaten Lamongan. Sedikitnya 250 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Glagah mendatangi Kantor Kecamatan Glagah untuk menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (21/10/2026).
Aksi solidaritas tersebut dipicu oleh dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang oknum anggota TNI AD terhadap salah satu Kepala Sekolah MI di wilayah Glagah, yakni K.H. Munir Thowil.
Sambil membentangkan spanduk berisi berbagai kecaman dan tuntutan keadilan, para demonstran menyuarakan aspirasi mereka di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian, TNI AD, serta bantuan pengamanan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Qirom, menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya bentuk empati terhadap korban, melainkan dorongan kolektif agar kasus hukum tersebut diusut secara tuntas dan transparan. Selain itu, massa juga mendesak Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk segera merumuskan regulasi perlindungan bagi tenaga pendidik.
"Kami meminta kepada Pemerintah Daerah untuk segera membuatkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengamanan, perlindungan, serta sanksi terkait keselamatan pendidik. Hingga saat ini, di Lamongan sendiri belum ada payung hukum yang secara spesifik melindungi para guru," ujar Qirom di lokasi aksi.
Sementara itu, pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) NU Pusat bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan hukum secara penuh kepada korban hingga proses hukum selesai.
Camat Glagah, Misbahudin, beserta jajaran kepolisian menyambut perwakilan aksi untuk melakukan audiensi guna menyampaikan aspirasi para guru tersebut ke tingkat pemerintah daerah yang lebih tinggi. Aksi berlangsung secara damai hingga massa membubarkan diri secara tertib.

