PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

Proyek Rumah Pompa Rp2,9 M Cacat Spek, Wabup Sidoarjo Murka Desak Kontraktor Di-Blacklist

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto Primadi•Senin, 28 September 2026 | 10:22 WIB•178 kali dibaca

SIDOARJO,(pojoktv.com)– Emosi Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, kembali memuncak saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) pengerjaan fisik di wilayahnya, Senin (28/9/2026). Kali ini, sasaran sidaknya adalah proyek pembangunan sistem Rumah Pompa Sidokare 1 dan 2 senilai Rp2,9 miliar yang dinilai dikerjakan secara asal-asalan.

​Sidak yang dilakukan bersama Kepala Inspektorat Sidoarjo Andjar Surjadianto serta jajaran Dinas PU Bina Marga dan SDA ini menyusul sorotan serupa pada proyek Jembatan Bahrul Ulum Wonoayu senilai Rp1,4 miliar sebelumnya.

​Kontraktor "Mangkir", Pekerja Bingung

​Setibanya di lokasi proyek yang dikerjakan oleh CV Putra Utama Perkasa, rombongan Wabup justru disambut pemandangan menggelikan sekaligus memprihatinkan. Pihak pelaksana proyek maupun kontraktor sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya.

​Di lokasi, hanya ada empat orang pekerja yang mengaku baru saja didatangkan hari itu dan kebingungan lantaran tidak diberi arahan pekerjaan.

​"Ini kontraktornya tak serius kerja! Tolong konsultan pengawasnya, CV Guna Manfaat Teknik, untuk menegur. Saya juga minta Pak Andjar selaku Inspektorat melakukan pengawasan lebih intensif," tegas Mimik dengan nada tinggi.

​Temuan Besi Banci dan Struktur Beton Menyimpang

​Meski konsultan pengawas mengklaim pengerjaan proyek mengalami surplus sekitar 0,8 persen, kondisi riil di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Wabup Mimik menemukan dugaan kuat pelanggaran material fisik, mulai dari penggunaan besi beton berukuran kecil yang diduga "banci" hingga struktur beton jembatan yang menyimpang dari spesifikasi teknis.

​"Saya yakin besi ini banci semua ukurannya, belum lagi ada beton jembatan yang tidak memenuhi spek. Jadi saya minta harus dibongkar dan diganti sesuai spek!" serunya di depan konsultan pengawas.

​Pihak konsultan pengawas pun tak mampu menampik temuan tersebut dan mengklaim sempat menolak pengiriman material yang tak sesuai standar itu.

​Minta Inspektorat Blacklist Rekanan Nakal

​Melihat indikasi pengerjaan yang tidak profesional, Mimik mendesak Inspektorat mengambil langkah drastis guna menyelamatkan anggaran daerah.

​"Praktik pengerjaan seperti ini menunjukkan iktikad buruk kontraktor. Saya minta yang main-main dengan uang rakyat tidak boleh bekerja lagi. Masih banyak yang mau bekerja serius. Tolong Pak Andjar, kontraktor ini dikasih warna merah (blacklist)," bentaknya.

​Langkah keras Wabup Mimik bukan tanpa dasar. Ia mengungkap telah mengantongi laporan sedikitnya 22 proyek fisik di Sidoarjo yang terindikasi dikerjakan asal-asalan dan melanggar spesifikasi teknis.

​Ia meminta Inspektorat segera memanggil seluruh pihak pengawas dan pemborong guna memastikan seluruh proyek selesai tepat waktu, tepat mutu, dan taat regulasi. Pemkab Sidoarjo dipastikan bakal menggelar evaluasi menyeluruh terhadap seluruh agenda pembangunan tahun 2026.

​"Proyek yang didanai uang rakyat harus dinikmati manfaatnya secara optimal oleh rakyat. Jangan sampai malah menyengsarakan," pungkas Mimik.