PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
OlahRaga/Detail Berita

PIMPIN KONI SIDOARJO, RAFI WIBISONO USUNG REFORMASI OLAHRAGA DAN BEASISWA ATLET

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto PrimadiRabu, 26 Agustus 2026 | 13:59 WIB172 kali dibaca

SIDOARJO (pojoktv.com) - Dinamika kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo resmi memasuki babak baru. Anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo, Rafi Wibisono, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Sidoarjo periode 2026–2029 dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) di Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (26/08/2026) sore.

​Putra Bupati Sidoarjo Subandi tersebut melenggang mulus sebagai calon tunggal usai mendominasi dukungan dari Cabang Olahraga (Cabor). Rafi mengamankan 30 suara Cabor pada awal persidangan, sebelum akhirnya bertambah setelah enam Cabor mengalihkan dukungan dari kompetitornya, Siswaji Abidin.

​Di sisi lain, pencalonan Siswaji gugur karena tidak memenuhi kualifikasi batas minimal 20 dukungan Cabor. Berkas dukungan Siswaji yang awalnya mencakup 21 Cabor tereliminasi menjadi 15 Cabor saat verifikasi sidang, sehingga pimpinan sidang menetapkan penetapan ketua secara langsung tanpa tahap pemungutan suara.

​Dalam pidato perdananya pasca-penetapan, Rafi menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi tata kelola serta mentransformasi pembinaan olahraga di Kabupaten Sidoarjo.

​"Saya berterima kasih atas kepercayaan dari para pengurus Cabor. Saya siap membawa perubahan yang lebih baik bagi KONI Sidoarjo periode 2026–2029," ujar Rafi.

​Rafi memaparkan bahwa arah pembinaan olahraga ke depan tidak boleh sekadar berorientasi pada target medali, melainkan harus terintegrasi dengan jaminan pendidikan dan masa depan atlet secara berkelanjutan.

Program Strategis Kepemimpinan BaruBeasiswa Pendidikan:

Menjamin kelanjutan studi para atlet agar memiliki landasan akademis yang kuat.

Pendampingan & Apresiasi:

Memberikan sistem reward yang terukur untuk menjaga motivasi performa atlet.

Kemitraan Sektor Swasta:

Membuka peluang penyerapan tenaga kerja bagi atlet purnatugas di industri komersial.

​"Sistem pembinaan modern tidak boleh berfokus pada medali semata. Atlet harus dibekali pendidikan. Jangan sampai setelah gantung sepatu atau pensiun dari dunia olahraga, mereka justru kesulitan mendapat lapangan kerja," tegasnya.