Pertegas Batas Wilayah dan Angkat Sejarah, Pemkab Sidoarjo Bakal Bangun Gapura Jenggala di Perbatasan Surabaya

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
SIDOARJO(PojokTv.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersiap menata ulang kawasan perbatasan Sidoarjo–Surabaya. Tak sekadar pembenahan administratif, penataan ini ditandai dengan rencana pembangunan Gapura Jenggala berukuran besar yang kaya nilai sejarah dan kearifan lokal.
Fokus penataan berada pada titik krusial yang menghubungkan Kelurahan Menanggal (Kecamatan Gayungan, Surabaya) dengan Desa Wadungasri (Kecamatan Waru, Sidoarjo). Pemkab menilai pembenahan di lokasi ini sangat mendesak agar lingkungan tampak lebih tertib, rapi, serta memiliki iconic landmark yang estetis.
Bawa Sentuhan Sejarah dan Kearifan Lokal
Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa rencana proyek fisik ini akan dimatangkan bersama Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo.
"Mudah-mudahan kawasan perbatasan ini bisa ditata ulang sesuai kearifan lokal. Kita ingin mengembalikan nilai-nilai lokal di situ, supaya batas wilayah Surabaya dan Sidoarjo terlihat jelas, sekaligus mengangkat kembali sejarah Sidoarjo," ujar Subandi saat meninjau lokasi perbatasan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh:
- Warih Andono (Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo)
- Arif Mulyono (Kepala DLHK Sidoarjo)
Spesifikasi Bangunan & Penataan Lingkungan
Secara teknis, Gapura Jenggala diproyeksikan memiliki spesifikasi awal sebagai berikut:
- Lebar: Minimal 2,5 meter
- Bentang Panjang: Sekitar 7 hingga 8 meter (Dimensi akhir disesuaikan kondisi riil lapangan)
Selain penataan fisik gapura, proyek ini memuat beberapa agenda penting:
- Pembenahan Taman: Meningkatkan estetika visual di sekitar titik perbatasan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).
- Pendataan PKL: Penataan sosial bagi pedagang kaki lima di sekitar lokasi agar area lebih teratur.
- Penertiban Lalu Lintas: Pengawasan ketat terhadap parkir liar di bahu jalan yang sering memicu kemacetan.
Dishub Diinstruksikan Patroli Rutin
Untuk menjamin kelancaran arus kendaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo diinstruksikan segera memetakan titik rawan kemacetan serta memasang rambu larangan parkir.
"Kami meminta Dishub rutin melakukan patroli agar pengendara tidak memarkir kendaraannya sembarangan. Penataan estetika kawasan harus berjalan beriringan dengan kelancaran arus lalu lintas," tegas Subandi.
Pembangunan Bertahap hingga Perbatasan Lain
Proyek penataan perbatasan Sidoarjo–Surabaya ini menjadi pilot project awal. Setelah rampung, Pemkab Sidoarjo dijadwalkan melanjutkan penataan serupa di kawasan perbatasan kabupaten tetangga lainnya, seperti:
- Batas Sidoarjo – Pasuruan
- Batas Sidoarjo – Mojokerto
Melalui langkah strategis ini, perbatasan Sidoarjo tidak lagi sekadar pintu perlintasan kendaraan, melainkan bertransformasi menjadi landmark kebanggaan warga yang sarat akan identitas budaya dan nilai sejarah.


