PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

Pencarian Hari Ke-4, Tim SAR Gabungan Masih Buru Nelayan Hilang di Pantai Watu Murep Pacitan

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Anto•Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:37 WIB•148 kali dibaca

​PACITAN,(PojokTv.com)-Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian Budi (65), nelayan asal Dusun Godeg, Kecamatan Tulakan, yang hilang di perairan Pantai Watu Murep, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jumat (16/10/2026). Pencarian kini memasuki hari keempat usai satu dari dua nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

​Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., menegaskan bahwa pencarian terus dimaksimalkan dengan mengombinasikan penyisiran wilayah perairan serta pemantauan dari atas tebing. Meski demikian, tingginya gelombang laut dan angin kencang menjadi hambatan utama personel di lapangan.

​“Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami,” tegas Nanang.

​Dalam rencana operasi hari ini, sebanyak tiga tim dikerahkan untuk menyisir area perairan seluas kurang lebih 10,95 mil laut persegi menggunakan perahu karet. Selain jalur laut, pengawasan dari tebing pantai dan penyebaran informasi kepada para nelayan lokal terus dilakukan guna memperluas jangkauan pencarian.

​Operasi SAR berskala besar ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Pacitan, Pos Kamladu Pacitan, SAR MTA, Koramil dan Polsek Ngadirojo, UPT Kelautan, Pokwasmas Tawangsari, TAGANA, Dinas Perikanan, hingga potensi masyarakat dan nelayan setempat.

​Sebelumnya pada Kamis (15/10/2026) malam, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi Mislan (68), rekan melaut Budi. Jenazah Mislan pertama kali ditemukan oleh nelayan lokal sekitar pukul 18.30 WIB dalam keadaan mengapung sekitar satu mil laut dari titik lokasi kejadian. Usai teridentifikasi, jenazah langsung dievakuasi melalui Pelabuhan TPI Tawang pada pukul 20.30 WIB untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

​Peristiwa naas ini bermula saat Mislan dan Budi berangkat melaut bersama pada Senin (12/10/2026). Petunjuk pertama muncul pada Selasa (13/10/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, ketika seorang nelayan yang tengah menarik jaring mendapati mesin perahu dan alat tangkap ikan tersangkut.

​Temuan tersebut segera dilaporkan ke perangkat desa. Warga yang melakukan penelusuran kemudian menemukan perahu milik kedua korban terdampar di pesisir pantai tanpa awak.

​Hingga berita ini diturunkan, Budi masih dalam proses pencarian. Tim SAR mengimbau seluruh nelayan dan warga pesisir yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban untuk segera melapor ke posko petugas terdekat.