PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
OlahRaga/Detail Berita

Misi Berburu Emas di Ngawi: Kota Pahlawan Kirim 29 Pesilat Terbaik di POPDA XV Jatim

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Sugiantoro•Jumat, 6 November 2026 | 10:10 WIB•153 kali dibaca

SURABAYA, (pojoktv.com) -Peta persaingan cabang olahraga pencak silat pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026 mendadak panas. Kontingen Kota Surabaya resmi mematok target tinggi dengan membidik sedikitnya tiga medali emas dalam ajang bergengsi yang berlangsung di Kabupaten Ngawi sejak 4 hingga 11 November 2026.

​Tak tanggung-tanggung, demi mengamankan tahta juara umum dan menjaga gengsi Kota Pahlawan, skuad Surabaya memboyong 29 pesilat pilihan yang terdiri dari 15 atlet putra dan 14 atlet putri.

​Pelatih tim pencak silat Surabaya, Nova Nurcahyo, menegaskan bahwa peta kekuatan dari seluruh daerah di Jawa Timur terbilang merata. Namun, dengan persiapan intensif dan komposisi atlet yang diturunkan, optimisme tim tetap melambung tinggi.

​"Kami datang dengan persiapan matang. Target tiga emas ini realistis sekaligus menjadi pemacu semangat para atlet saat bertanding di gelanggang," ujar Nova Nurcahyo di Surabaya, Jumat (6/11/2026).

​Kepung Semua Nomor Pertandingan

​Berlokasi di Arena RM Duta 3 Ngawi, bentrok antar-pesilat dipastikan berlangsung ketat. Tim Surabaya dijadwalkan turun di seluruh kategori yang dipertandingkan, mulai dari keindahan jurus pada kategori seni (tunggal, ganda, dan regu), hingga adu fisik pada kategori tanding.

​Di kategori tanding, pesilat putra Surabaya bakal berlaga dari Kelas A hingga I, sementara pesilat putri akan menguji ketangguhan mereka di Kelas A hingga F.

​Bukan Sekadar Medali, Ini Generasi Penerus

​Di balik ambisi memburu medali emas, tim kepelatihan Surabaya yang dikomandani oleh Ach. Djamaludin, Nur Azmi Rifai, Nova Nur Cahyo, Agus Sunaryo, Siti Chusnul Chotimah, Achmad Nizar, Mitra Witantra, dan Khozin ini menekankan pentingnya regenerasi.

​POPDA XV Jatim diposisikan sebagai panggung pembuktian sekaligus kawah candradimuka bagi atlet usia pelajar sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

​"Harapan utamanya bukan sekadar ajang kompetisi tahunan, melainkan menjadi fondasi pembinaan olahraga jangka panjang. Melalui POPDA ini, kami menjaring bibit-bibit berbakat yang siap diproyeksikan untuk level nasional hingga internasional," pungkas tim pelatih.