Menyisir Pesisir dan Sungai, Tim SAR Gabungan Temukan 4 Korban KM Virgo Transport 8

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

BANJARMASIN(PojokTv.com)- Operasi pencarian korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8 oleh Basarnas dan Tim SAR Gabungan terus menghebat. Hingga Rabu (30/9/2026) sore, sebanyak empat korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Search and Rescue Unit (SRU) darat yang menyisir kawasan pesisir Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Upaya pencarian skala besar ini digelar terpadu melalui penyisiran jalur laut, operasi penyelaman di bangkai kapal, hingga penyisiran darat di sepanjang garis pantai dan muara sungai.
Awalnya, sekitar pukul 01.07 WIB, petugas berhasil mengevakuasi satu korban yang ditemukan terdampar di wilayah Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara. Usai menerima laporan pada pukul 07.55 WITA, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya langsung melarikan korban ke RSUD Kabupaten Sukamara untuk penanganan serta proses identifikasi medis.
Tak berselang lama, pada pukul 12.57 WITA, tim mendeteksi keberadaan satu unit life craft (perahu penolong) yang terbawa arus hingga memasuki kawasan Natai Kuini, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat—berjarak sekitar 7 Mil Laut (Nautical Miles) dari Sukamara.
Penyisiran berlanjut hingga pukul 13.30 WIB, di mana SRU Darat kembali menemukan tiga korban lainnya di kawasan Sungai Teruntum, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Informasi penemuan tersebut terkonfirmasi oleh posko utama pada pukul 15.17 WITA.
Sementara itu, Tim Penyelam Gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Potensi SAR kembali menerjang bagian dalam lambung KM Virgo Transport 8. Namun, penyisiran intensif di dalam bangkai kapal tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil atau nihil korban tambahan.
Berdasarkan rekapitulasi data Operasi SAR hingga Rabu sore:
Total Korban Ditemukan/Evakuasi: 4 Orang (1 di Pantai Lunci Sukamara, 3 di Sungai Teruntum Seruyan)
Hasil Penyelaman Lambung Kapal: Nihil
Korban Masih Dalam Pencarian: 57 Orang
Basarnas memastikan seluruh armada SRU laut, darat, dan tim penyelam akan terus dioptimalkan secara terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan personel di tengah dinamika cuaca lapangan

