Mangkrak dan Sepi, DPRD Surabaya Desak Pemkot Bangkitkan Pasar Turi

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
SURABAYA,(PojokTv.com) -Gedung megah dan fasilitas modern ternyata tak menjamin Pasar Turi Surabaya kembali bergeliat. Pusat perdagangan legendaris ini justru sepi penghuni hingga kerap dijuluki warga sebagai Pasar Turu alias pasar yang tidur.
Kondisi tersebut memantik sorotan tajam dari Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Muhammad Machmud. Ia mendesak Pemkot Surabaya segera mencari jalan keluar dan tak membiarkan ikon ekonomi Surabaya itu mati suri.
"Pasar Turi ini dari tahun ke tahun memang seperti itu. Sudah terbakar lima kali, setelah dibangun ulang sekarang malah mangkrak. Tidak ada penghuninya," ujar Machmud di ruang Komisi B DPRD Surabaya, Kamis (15/10/2026).
Politisi Partai Demokrat ini menilai, secara fisik Pasar Turi sejatinya sangat siap. Fasilitas penunjang seperti lift, eskalator, stan rapi, hingga area food court sudah lengkap. Akses jalan pun telah diperlebar dan tempat parkir tergolong luas. Namun, fasilitas tersebut belum mampu memikat pedagang maupun pembeli.
Ia pun menepis anggapan bahwa sepinya Pasar Turi melulu akibat gempuran perdagangan digital (online).
"Kalau dibilang kalah sama online, kenapa mal-mal lain bisa ramai? Berarti harus ada inovasi yang mengikuti perkembangan zaman. Orang menyebut Pasar Turi jadi Pasar Turu, dan sekarang terbukti tidur beneran. Jangan dibiarkan mangkrak terus," tegasnya.
Guna mengurai benang kusut ini, Komisi B berencana memanggil pihak pengelola Pasar Turi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) usai pembahasan APBD 2027.
Lewat pemanggilan tersebut, DPRD ingin membedah akar masalah—mulai dari kendala hukum, manajemen pengelola, hingga merumuskan formulasi baru agar Pasar Turi kembali hidup dan menggerakkan ekonomi warga Surabaya.

