Konflik Dapur SPPG Surabayan, Ribuan Siswa di Lamongan Tak Lagi Dapat MBG

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

SISWA SMK NU SUKODADI LAMONGAN SUDAH TIDAK LAGI MENDAPATKAN JATAH MBG
LAMONGAN,(PojokTv.com) -Sebanyak 2.779 siswa dari sejumlah sekolah di Kabupaten Lamongan sudah hampir dua minggu lebih tidak menerima jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ini terjadi menyusul berhentinya operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surabayan.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMK NU Sukodadi. Pihak sekolah menyebut sempat menerima pemberitahuan tertulis yang menyatakan dapur dihentikan sementara karena alasan perawatan atau perbaikan. Namun, sejumlah guru meragukan alasan tersebut karena tidak terlihat adanya aktivitas renovasi di lokasi dapur.
Diduga, berhentinya pengiriman makanan tersebut dipicu oleh konflik internal di dalam pengurusan Dapur SPPG Surabayan.
"Alasan dari SPPG katanya masih dalam perawatan, tapi kenyataannya tidak ada renovasi sama sekali. Kami menduga ada masalah internal di sana," ungkap Fauzan Nur Cahyo, guru SMK NU Sukodadi.
Dampak berhentinya pasokan MBG ini dirasakan langsung oleh para siswa. Abdul Qodir Jaelani, salah seorang siswa SMK NU, mengaku sangat berharap Dapur SPPG Surabayan bisa segera beroperasi kembali di bawah penanganan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Sangat terasa dampaknya, kami berharap pihak BGN segera membuka kembali dapur Surabayan agar kami bisa mendapat MBG lagi," ujar Abdul Qodir.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK PGRI Sukodadi, Sujoko, menyayangkan terhentinya program MBG ini. Untuk menyiasati kebutuhan makan siang, kini para siswa terpaksa membawa bekal sendiri dari rumah atau membeli makanan di kantin sekolah.
"Kasihan para siswa, sejak MBG dihentikan mereka harus membawa bekal sendiri dari rumah atau jajan di kantin," tutur Sujoko.
Pihak sekolah maupun siswa berharap BGN turun tangan menyelesaikan permasalahan ini agar operasional Dapur SPPG Surabayan kembali normal dan hak ribuan siswa terlayani kembali.

