PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Teknologi/Detail Berita

​Kolaborasi BRIN dan Komisi X DPR RI: Mengoptimalkan Pemanfaatan AI untuk Produktivitas Jurnalis

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Anto•Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:41 WIB•184 kali dibaca

​SURABAYA,(PojokTv.com)-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar pelatihan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi para jurnalis di Kota Surabaya.

​Kegiatan yang berlangsung di Hotel Rich Palace, Jalan H.R. Muhammad, Surabaya ini bertujuan untuk memaksimalkan hasil riset BRIN agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh jurnalis dan elemen masyarakat lainnya.

​Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Reni Astuti, S.Si., M.PSDM.; Ketua POKJA Jurnalis Dewan Surabaya (Judes), Inyong Maulana; narasumber utama dari BRIN, Prof. Dr. Hanif Fakhurroja, S.Si., M.T.; Dewan Penasihat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Surabaya; serta puluhan wartawan dari Pokja Judes dan SMSI Kota Surabaya. Secara keseluruhan, pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 50 wartawan.

​Dalam sambutannya, Reni Astuti menekankan besarnya peran jurnalis dalam mengawal pembangunan bangsa, terutama pada era digital saat ini.

​“Pembangunan sebuah kota sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan peran aktif para jurnalis. Terlebih saat ini platform digital berkembang pesat, semua orang memiliki perangkat untuk mendokumentasikan serta membagikan informasi secara luas,” tuturnya.

​Sementara itu, Prof. Hanif menyampaikan materi mendalam mengenai pemanfaatan AI dalam dunia jurnalistik. Ia menjelaskan bahwa AI memiliki berbagai fungsi yang dapat meringankan pekerjaan jurnalis, seperti transkripsi wawancara otomatis, penyuntingan teks, hingga pembuatan ringkasan berita.

​Kendati demikian, Prof. Hanif mengingatkan jurnalis agar tetap bijak dan beretika dalam menggunakan teknologi AI. Penggunaan AI harus diposisikan sebagai mitra diskusi atau alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan verifikasi fakta mandiri.

​“Jurnalis tetap harus memegang teguh kaidah jurnalistik dan menghindari pelanggaran kode etik, seperti menyebarkan hoax atau konten hasil AI yang tidak terverifikasi,” tegasnya.

​Melalui sinergi ini, para jurnalis di Surabaya diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi sehingga mampu meningkatkan kualitas karya jurnalistik sekaligus mendukung kemajuan pembangunan daerah.