PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Pemerintahan/Detail Berita

KICK OFF PROGRAM 'PASAR JAGO', PEMKAB SIDOARJO DORONG E-RETRIBUSI REAL-TIME DI 19 PASAR

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto PrimadiKamis, 13 Agustus 2026 | 09:09 WIB158 kali dibaca

Digitalisasi Pasar Rakyat, Pemkab Sidoarjo Targetkan 19 Pasar Terapkan E-Retribusi QRIS Akhir Agustus 2026

SIDOARJO (pojoktv.com) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memacu akselerasi digitalisasi transaksi non-tunai di sektor publik. Melalui sinergi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD), Pemkab Sidoarjo menargetkan seluruh pasar rakyat di wilayahnya sudah menerapkan pembayaran retribusi secara digital berbasis QRIS pada akhir bulan ini.

​Komitmen tersebut ditegaskan dalam gelaran High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sekaligus Kick Off Pasar Sidoarjo Jaringan Go-Digital (Pasar Jago) berbasis aplikasi MyRetribusi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Kamis (13/8/2026).

​Kegiatan strategis hasil kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Bank Jatim ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, jajaran pejabat Pemkab Sidoarjo, perwakilan perbankan, pengelola dan pedagang pasar, hingga para petugas juru pungut retribusi pasar se-Kabupaten Sidoarjo.

​Mendorong Optimalisasi PAD Melalui TP2DD

​Plt. Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo, Yudi Irianto, menjelaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung program nasional TP2DD.

​Menurutnya, optimalisasi pembayaran non-tunai di sektor ritel dan pasar tradisional menjadi faktor krusial untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kami mengundang unsur pengelola dan perwakilan pedagang pasar agar optimalisasi pembayaran via non-tunai ini dapat kita maksimalkan bersama. Sinergitas BPPD dengan Disperindag menjadi faktor penguat untuk PAD kita, sekaligus mengedukasi masyarakat agar semakin terbiasa bertransaksi secara digital," ujar Yudi Irianto.

​Progress Target: 13 Pasar Sudah Terintegrasi, 6 Lainnya Menyusul

​Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, Happy Setyaningtyas Astrawati, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa dari total 19 pasar rakyat yang dikelola Pemkab Sidoarjo, sebanyak 13 pasar saat ini sudah mengimplementasikan sistem penarikan retribusi digital.

​Saat ini, pihak Disperindag sedang berfokus memberikan pendampingan dan pelatihan teknis bagi para juru pungut retribusi di 6 pasar tersisa agar seluruhnya siap mengoperasikan sistem non-tunai.

"Dari 19 pasar, 13 pasar sudah berjalan menggunakan QRIS. Sisanya tinggal proses pelatihan untuk para juru pungutnya. Hari ini tim kami juga terus turun ke pasar-pasar untuk mengajari penggunaannya secara langsung. Insya Allah akhir bulan ini seluruh 19 pasar sudah siap 100%," terang Happy.

​Happy menambahkan, Pemkab Sidoarjo menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan tingkat penggunaan QRIS tertinggi. Kendati demikian, masa transisi tetap berjalan fleksibel dengan menghabiskan sisa stok karcis manual bagi pedagang yang masih dalam proses adaptasi.

​Integrasi Real-Time Melalui Aplikasi "MyRetribusi"

​Sementara itu, pemeriksa pajak ahli muda sub koordinator pengendalian pajak daerah Kabupaten Sidoarjo, Hermadi Listiawan, S.STP., M.HP., memaparkan bahwa program Pasar Jago merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Sidoarjo.

​Sistem retribusi digital ini mengadopsi tata kelola pajak daerah Sidoarjo yang telah lebih dulu bertransformasi penuh secara digital. Melalui platform MyRetribusi, seluruh pergerakan pendapatan retribusi daerah kini dapat dipantau secara real-time.

"Dulu penarikan retribusi pasar masih dominan tunai. Melalui aplikasi MyRetribusi, pembayarannya kini bisa langsung via QRIS maupun Virtual Account (VA). Data penerimaan masuk secara real-time, persis seperti benchmark dari pajak daerah kita," pungkas Hermadi.