PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Peristiwa/Detail Berita

INVESTIGASI KERACUNAN MASIF SDI AR RAHMAH SUKODONO, DINKES SIDOARJO UJI LAB SAMPEL ODENG FROZEN FOOD

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto PrimadiSenin, 10 Agustus 2026 | 07:37 WIB142 kali dibaca

POJOKTV.COM, SIDOARJO – Penanganan kasus dugaan keracunan massal yang melanda puluhan siswa SDI Ar Rahmah, Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, memasuki babak baru. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo kini resmi menerjunkan tim untuk menguji sampel jajanan ke laboratorium guna mengungkap penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa.

​Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengonfirmasi bahwa petugas telah mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan sampel makanan. Hasil pengujian laboratorium diperkirakan keluar dalam kurun waktu satu pekan ke depan.

​"Petugas sudah ke lokasi untuk mengambil sampel makanan. Hasil uji laboratorium diperkirakan baru keluar kurang lebih satu minggu," terang dr. Lakhsmie, Senin (10/8/2026).

​Insiden ini bermula pada Jumat (7/8/2026) lalu, ketika sebanyak 23 siswa kelas III dan IV mengalami gejala medis usai mengonsumsi jajanan frozen food—salah satunya olahan odeng khas Korea—yang dijual di lingkungan sekolah. Tak berselang lama, para siswa mengeluhkan pusing, lemas, nyeri perut hebat, hingga mengalami sesak napas.

​Hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan para korban mengalami gangguan pencernaan akut. Mereka kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSU Assakinah Medika Sukodono.

​Terkait kondisi terkini para korban, dr. Lakhsmie memastikan tren pemulihan berjalan sangat cepat. Dari puluhan siswa yang sempat menjalani perawatan intensif dan observasi medis, seluruhnya dilaporkan telah diperbolehkan pulang per hari ini.

​"Kemarin hari Minggu sudah ada tujuh pasien yang keluar dari rumah sakit. Dan update per hari Senin ini, seluruh siswa maupun guru yang sempat diopname sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing," tambahnya.

​Meski seluruh korban telah dinyatakan membaik dan rawat inap telah kosong, Dinkes Sidoarjo menegaskan penelusuran epidemiologi tetap berjalan. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi acuan resmi pemerintah daerah untuk menentukan langkah hukum dan evaluasi standar keamanan pangan sekolah di Sidoarjo.