Deviasi Proyek Betonisasi Rp 18,2 Miliar di Krian, Bupati Sidoarjo Minta Pengawasan Diperketat

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

SIDOARJO,(PojokTv.com)– Bupati Sidoarjo Subandi menaruh perhatian serius terhadap lambatnya progres betonisasi Jalan Kebonagung-Tambak Kemerakan (ruas Kebonagung-Kemasan), Kecamatan Krian. Proyek senilai Rp 18,2 miliar tersebut tercatat mengalami deviasi minus sekitar 9 persen dari target pengerjaan.
Hal itu terungkap saat Bupati Subandi menggelar inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek pada Selasa (6/10/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia menginstruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo untuk meningkatkan pengawasan di lapangan guna mengejar ketertinggalan.
Proyek peningkatan jalan sepanjang 1,050 kilometer dengan lebar enam meter ini sempat terkendala keberadaan tiang utilitas jaringan tegangan tinggi milik PLN.
"Kalau sudah kontrak, PPK harus terus melakukan pengawasan. Kenapa deviasinya, persoalannya apa? Apakah tenaga kerja atau material?" tegas Subandi saat memimpin sidak.
Ia mengingatkan, deviasi 9 persen harus segera dituntaskan mengingat pengerjaan telah memasuki bulan Oktober. Namun, kendala tiang PLN kini telah ditangani dan pembongkaran sudah dilakukan agar proses pembetonan kembali berjalan masif.
"Malam ini sudah mulai pemasangan betonisasi. Kalau ini sudah dijalankan, nanti kita hitung kembali deviasinya," terangnya.
Dalam sidak tersebut, Bupati Sidoarjo juga mengecek langsung kualitas pembesian dan material. Pihak pelaksana mengonfirmasi pengerjaan menggunakan besi ulir diameter 16 milimeter serta mutu beton mutu FC 30 atau setara K-350.
Sementara itu, Kepala DPUBMSDA Kabupaten Sidoarjo Muhammad Makhmud membenarkan hambatan sebelumnya dipicu koordinasi pemindahan jaringan PLN. Pasca pembongkaran tiang utilitas, pihaknya optimistis pengerjaan dapat selesai tepat waktu sebelum batas akhir kontrak pada 16 Desember 2026.

