PojokTV
BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
Pemkab Sidoarjo
Politik/Detail Berita

Bupati Incumbent Subandi dan Rizza, Gus Halim Bicara Masa Depan PKB Sidoarjo

Foto Utama Berita

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV

Oleh: Mujianto Primadi•Senin, 5 Oktober 2026 | 02:46 WIB•113 kali dibaca

SIDOARJO,(PojokTv.com)-Ada pesan politik yang menarik dalam pengukuhan pengurus DPC dan DPAC PKB Sidoarjo periode 2026-2031 di Sun Hotel Sidoarjo, Minggu (4/10/2026) malam.

Bupati Sidoarjo Subandi, yang merupakan mantan Ketua DPC PKB Sidoarjo, hadir dan menyampaikan pidato mengenai hubungan dirinya dengan PKB.

Di hadapan jajaran pengurus baru, Subandi menegaskan bahwa meski dirinya kini tidak lagi berada dalam struktur PKB, hubungan dengan partai yang pernah dipimpinnya tetap memiliki ikatan sejarah.

Subandi bahkan menyebut perjalanan politiknya hingga menjadi Bupati Sidoarjo tidak bisa dilepaskan dari PKB.

“Saya bisa masuk ke DPRD, saya bisa jadi Bupati, ini tidak lepas dari peran PKB,” ujar Subandi dalam sambutannya.

Subandi juga menyinggung hubungan keluarganya dengan PKB. Ia sebelumnya memang pernah menegaskan bahwa anak dan istrinya masih menjadi bagian dari keluarga besar PKB. Istrinya, Sriatun, merupakan anggota DPRD Jawa Timur dari PKB, sementara putranya, Rafi Wibisono, menjadi anggota DPRD Sidoarjo dari PKB.

Pernyataan Subandi tersebut membawa ingatan pada sejarah kepemimpinan PKB di Sidoarjo. Sebelum Subandi, ada nama Syaiful Ilah yang pernah menjadi Ketua DPC PKB Sidoarjo sekaligus Bupati Sidoarjo selama dua periode.

Subandi kemudian menjadi Ketua DPC PKB Sidoarjo periode 2021-2026 sebelum akhirnya maju dalam Pilkada 2024 melalui koalisi partai di luar PKB.

Kini Subandi menjadi Bupati Sidoarjo. Dengan demikian, dua figur yang pernah memimpin DPC PKB Sidoarjo tercatat memiliki perjalanan hingga ke kursi Bupati.

Pesan Subandi tersebut kemudian menemukan konteksnya dalam pidato Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim.

Gus Halim menegaskan bahwa PKB memiliki tanggung jawab historis dan ideologis untuk terus berkhidmat kepada masyarakat.

Menurutnya, PKB tidak lahir sekadar sebagai kendaraan politik, tetapi memiliki hubungan sejarah dengan Nahdlatul Ulama.

Karena itu, regenerasi kader menjadi bagian penting untuk memastikan perjuangan PKB tetap berjalan.

Di Sidoarjo, regenerasi itu kini berada di tangan Ketua DPC PKB periode 2026-2031, Rizza Ali Faizin.

Nama Rizza menjadi penting karena ia kini memimpin struktur PKB Sidoarjo setelah sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Sidoarjo.

Dalam sejumlah kesempatan, Rizza sendiri masih berhati-hati ketika dikaitkan dengan Pilkada Sidoarjo. Ia menegaskan politik masih dinamis dan belum waktunya menentukan siapa yang akan maju.

Apakah Subandi-Rizza Menjadi Jembatan?

Di sinilah pidato Subandi dan Gus Halim menjadi menarik jika dibaca sebagai rangkaian pesan politik.

Subandi membawa pengalaman masa lalu. Gus Halim berbicara mengenai tanggung jawab kader dan kesinambungan perjuangan.

Sedangkan Rizza berdiri sebagai wajah baru yang kini memegang kendali DPC PKB Sidoarjo. Bukan tidak mungkin, ketiganya menjadi bagian dari fase transisi politik PKB Sidoarjo.

Subandi pernah menjadi Ketua DPC. Syaiful Ilah pernah memimpin DPC dan kemudian menjadi Bupati selama dua periode.

Kini Subandi masih menjalani periode pertamanya sebagai Bupati Sidoarjo. Sementara Rizza Ali Faizin baru saja dipercaya memimpin DPC PKB Sidoarjo untuk periode 2026-2031.

Rangkaian fakta tersebut memunculkan tafsir bahwa pengalaman Subandi dapat menjadi jembatan bagi regenerasi PKB Sidoarjo, sementara Rizza dipersiapkan sebagai salah satu figur generasi berikutnya.

Namun, sampai saat ini belum ada keputusan resmi PKB mengenai pasangan maupun calon yang akan diusung pada Pilkada Sidoarjo berikutnya.

Yang sudah terang adalah target organisasi. PKB Sidoarjo membidik kenaikan kursi DPRD dari 15 menjadi 18 bahkan 22 kursi. Selain itu, partai juga menegaskan keinginan mengusung kader sendiri dalam kontestasi eksekutif.

Maka, pidato Subandi dan Gus Halim malam itu bisa dibaca sebagai pesan tentang pengalaman, kesinambungan dan regenerasi.

Dari Syaiful Ilah ke Subandi.Dari Subandi ke generasi berikutnya. Dan kini, nama Rizza Ali Faizin mulai berada di tengah percakapan mengenai masa depan politik PKB Sidoarjo.

Apakah estafet itu benar-benar akan berlanjut dari Subandi kepada Rizza?

Jawabannya masih menunggu proses politik PKB.Tetapi konsolidasi untuk menuju ke sana sudah mulai terlihat.