Buntut Skandal Relawan dan Kontrak Lahan, Dapur SPPG Surabayan Resmi Angkat Kaki

Foto: Dokumentasi Redaksi PojokTV
Dapur SPPG Surabayan Lamongan Tutup Besok, Ribuan Siswa Batal Dapat Makan Bergizi Gratis
LAMONGAN, (PojokTV) – Ribuan siswa dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, dipastikan tidak akan menerima jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai Senin (28/9/2026). Hal ini terjadi setelah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Surabayan memutuskan untuk berhenti beroperasi.
Penutupan operasional dapur SPPG ini dipicu oleh persoalan kontrak sewa lahan yang telah berakhir serta adanya dugaan tindakan asusila di area kerja yang tidak ditindaklanjuti oleh pengelola.
Pemilik tanah dan bangunan, Ismawan, mengonfirmasi bahwa mulai Senin besok tidak ada lagi kerja sama penggunaan lokasi tersebut untuk dapur MBG.
"Mulai hari Senin besok tanggal 28 September 2026 itu sudah tidak kolaborasi lagi. Saya tidak tahu sampai kapan dan buka lagi kapan," ujar Ismawan.
Ismawan menjelaskan bahwa kontrak perjanjian dengan pihak pengelola atau yayasan sebenarnya telah berakhir sejak 15 Juli 2026. Namun, hingga saat ini belum ada komunikasi maupun iktikad perpanjangan perjanjian sewa dari pihak pengelola.
Selain persoalan kontrak, Ismawan membeberkan adanya insiden dugaan tindakan mesum yang dilakukan oleh oknum relawan di dalam area SPPG. Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh banyak warga yang kemudian melaporkannya ke pemilik lahan.
"Ada relawan yang mesum di dalam SPPG, saksinya banyak bahkan melihat langsung dengan mata kepala sendiri. Saya sudah laporkan ke pihak SPPI, Kepala Dapur, dan Yayasannya supaya orang tersebut dikeluarkan, tapi sampai saat itu tidak ada tindakan sama sekali, tidak ada pemecatan atau surat peringatan," tegasnya.
Karena tidak ada kejelasan perpanjangan kontrak dan penanganan masalah internal, Ismawan melayangkan surat resmi pada Kamis lalu yang meminta agar operasional dapur dihentikan sementara mulai hari Senin hingga dilakukan perjanjian ulang.
Namun, menanggapi surat tersebut, pihak pengelola justru mengangkut seluruh peralatan dari lokasi sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi tanpa berpamitan.
"Hari Kamis saya kirim surat, nah pada hari Jumatnya tiba-tiba pihak mitra sama yayasan usung-usung barang dan alat-alatnya. Dipindah tanpa permisi atau bilang, tiba-tiba dipindah Jumat malam sampai Sabtu pagi," tambah Ismawan.
Akibat penghentian operasional ini, sekolah-sekolah penerima manfaat telah mendapatkan pemberitahuan melalui pesan WhatsApp bahwa pasokan makanan dihentikan sementara. Padahal, Dapur SPPG Surabayan melayani pasokan harian yang cukup besar, mencakup 1.453 porsi untuk siswa serta 882 porsi untuk anak-anak dan ibu hamil.


